Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memahami Lebih Jauh soal LTMPT, SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN

Kompas.com - 02/12/2019, 19:21 WIB
Nur Rohmi Aida,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru untuk perguruan tinggi negeri tahun 2020 mengacu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sistemnya kini diterapkan satu pintu.

Penerapan sistem Single Sign On (SSO) ini nantinya bisa diakses melalui akun portal Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPThttps://portal.ltmpt.ac.id.

"Tujuan dibuatnya SSO untuk mengintegrasikan data jalur penerimaan calon mahasiswa baru (SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN) sebagai satu kesatuan sistem," ujar Ravik saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/11/2019).

Mari memahami lebih jauh soal LTMPT, SNMPTN, SBMPTN dan UTBK.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui soal LTMPT SNMPTN

LTMPT

LTMPT merupakan akronim dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi.

Melansir dari situs resmi LTMPT, lembaga ini dibentuk untuk meningkatkan kualitas proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.

Adapun fungsinya untuk mengelola dan mengolah data calon mahasiswa sebagai bagian dari proses seleksi jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) oleh rektor PTN.

Selain itu, untuk melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK, serta menyampaikan hasil UTBK kepada peserta dan PTN tujuan.

Secara singkat, LTMPT adalah lembaga penyelenggara untuk tes masuk perguruan tinggi .

Tes tersebut terdiri dari SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN.

Beda SNMPTN, SBMPTN, dan UTBK

SNMPTN

SNMPTN merupakan akronim dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Seleksi ini dilakukan berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan prestasi lainnya (yang ditetapkan oleh PTN).

Adapun biaya tes ditanggung oleh pemerintah.

Baca juga: Pendaftaran SNMPTN Dibuka Hari Ini, Ini Cara Registrasi Akun LTMPT

Untuk jalur penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN 2020, bagi mereka yang mau mendaftarkan diri, harus membuat akun terlebih dulu di portal LTMPT.

Jalur pendaftaran SNMPTN bisa diakses pada 2 Desember 2019-7 Januari 2020.

Yang perlu diketahui, nantinya para peserta yang lolos SNMPTN 2020 tidak diperbolehkan mendaftar SBMPTN 2020.

UTBK

UTBK merupakan Ujian tulis Berbasis Komputer. Tes ini terdiri dari tes potensi skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang dirancang untuk memprediksi peserta mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi.

TPS bertujuan untuk mengukur kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

Adapun yang akan diuji adalah kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum dan kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Kemampuan kuantitatif mencakup pengetahuan dan penguasaan matematika dasar.

Sementara, TKA mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah.

Baca juga: LTMPT: Lolos SNMPTN, Pendaftar Tidak Boleh Daftar SBMPTN 2020

Penekanan tes adalah Higher Order Thingking Skills (HOTS)

Peserta UTBK hanya diperbolehkan mengikuti satu tes sesuai dengan kelompok tes yang diikuti (saintek, soshum atau campuran).

Hasil UTBK 2020 juga bisa digunakan oleh PTN dalam penerimaan mahasiswa baru jalur seleksi mandiri 2020.

Pendaftaran UTBK 2020 pada 30 Maret-11 April 2020 dan pelaksanaan UTBK 20-26 April 2020, dan waktu pengumuman 12 Mei 2020.

SBMPTN

SBMPTN adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Jika SNMPTN ditentukan berdasarkan nilai saat sekolah, maka berbeda dengan SBMPTN.

Baca juga: Peserta SNMPTN dan SBMPTN 2020 Wajib Daftar Akun LTMPT, Ini Info Lengkapnya

Tes ini ditentukan berdasarkan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain (yang ditetapkan bersama oleh PTN).

Pelaksanaan tes ini menggunakan komputer dan biaya ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah.

Pendaftaran SBMPTN mulai 02-13 Juni 2020 dan pengumuman hasil SBMPTN pada 30 Juni 2020.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Syarat dan Ketentuan SNMPTN 2020

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Tren
Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Tren
Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Tren
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

Tren
Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Tren
Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Tren
Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Tren
Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Tren
3 Hakim MK 'Dissenting Opinion' dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

3 Hakim MK "Dissenting Opinion" dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

Tren
Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Tren
5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

Tren
Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Tren
Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Tren
Ramai soal Perempuan Paksa Minta Uang di Kompleks Perumahan Sukabumi, Begini Cerita Warga

Ramai soal Perempuan Paksa Minta Uang di Kompleks Perumahan Sukabumi, Begini Cerita Warga

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com