[KLARIFIKASI] Viral Polisi Dorong Warga karena Pakai Topi Terbalik

Kompas.com - 30/11/2019, 10:13 WIB
Tangkapan layar seorang polisi yang tengah mendorong warga karena topinya dibalik. Facebook/Abdul HaladiTangkapan layar seorang polisi yang tengah mendorong warga karena topinya dibalik.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Kepolisian Resor Konawe, Sulawesi Tenggara, memberikan penjelasan mengenai video viral yang beredar di media sosial khususnya Facebook pada Senin (25/11/2019).

Video yang dimaksud adalah rekaman yang memperlihatkan seorang anggota polisi terlihat mendorong seorang pria, viral di media sosial Facebook.

Narasi yang pada unggahan yang beredar menyebutkan, tindakan itu dilakukan karena sang polisi tak senang melihat pria tersebut mengenakan topi terbalik.

Benarkah peristiwa yang terjadi seperti narasi yang beredar? Berikut klarifikasi yang dilakukan Kompas.com.

Narasi yang beredar

Salah satu akun yang mengunggah video menyertakan narasi bahwa peristiwa di dalam video terjadi karena ada larangan memakai topi terbalik.

"Jangan pake topi ke belakang.. Dilarang, mungkin ada undang2nya.. Ada yg tau kronologisnya, yg bisa jelaskan".

Hingga hari ini, Jumat (29/11/2019) pukul 15.30 WIB, video yang diunggah oleh pemilik akun Facebook Abdul Haladi itu sudah dibagikan lebih dari 21.000 kali dan mendapatkan 277 komentar.

Konfirmasi Kompas.com

Informasi mengenai lokasi kejadian didapatkan melalui penelusuran pada kolom komentar unggahan tersebut.

Kompas.com mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut dengan menghubungi pihak Polres Konawe.

Kasubbag Humas Polres Konawe Ipda Alboin Lubis membenarkan kejadian tersebut terjadi di lingkungan Polres Konawe.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X