Pangkas Eselon III dan IV, Jokowi Diingatkan Tak Tergesa-gesa Ganti dengan AI

Kompas.com - 29/11/2019, 19:18 WIB
Presiden Joko Widodo dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan forum komunikasi pimpinan daerah 2019 di Sentul, Bogor, Rabu (13/11/2019). Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan forum komunikasi pimpinan daerah 2019 di Sentul, Bogor, Rabu (13/11/2019).

KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memastikan akan menghapus eselon III dan eselon IV pada 2020.

Tugas-tugas asministratif yang diemban oleh pemangku jabatan-jabatan tersebut akan digantikan oleh kecerdasan buatan ( AI).

Dosen Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Gabriel Lele mengatakan, AI mensyaratkan tiga hal secara teoritis.

Ketiga syarat itu adalah adanya kebijakan makro yang membingkai, sarana prasarana, dan sumber daya manusia (SDM) yang mendukung.

"Nah tiga syarat ini indonesia secara internasional termasuk yang paling rendah," kata Gabriel kepada Kompas.com, Jumat (29/11/2019).

Dengan kondisi itu, Gabriel mengatakan, penggantian eselon dengan AI tidak bisa diberlakukan secara serentak.

Baca juga: Penghapusan Eselon III dan IV, Apa Plus Minusnya?

Oleh karena itu, pemerintah harus memetakan urusan atau lembaga yang bisa langsung menerapkan AI dan yang tidak bisa menerapkannya.

"Itu harus ada pemetaannya. Jangan sampai tergesa-gesa dan pada akhirnya malah berantakan," papar Gabriel.

Selain itu, ia menilai,  artificial intelligence culture juga tidak kalah pentingnya.

Menurut Gabriel, orang-orang tertentu seperti generasi milenial memang sangat suka dengan AI. Mereka tidak mau berhadapan dengan orang.

"Urusan apa pun mereka selesaikan dengan teknologi. Tapi kan ada generasi yang ketika mau menyelenggarakan urusan apa pun, ia harus bertemu dengan orang," ujar Gabriel.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Afghanistan, Bahrain, Kuwait, Irak Laporkan Kasus Pertama: 34 Negara Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Afghanistan, Bahrain, Kuwait, Irak Laporkan Kasus Pertama: 34 Negara Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Tren
PM Malaysia Mundur, 'Mahathir Mohamad' Trending di Twitter Indonesia

PM Malaysia Mundur, "Mahathir Mohamad" Trending di Twitter Indonesia

Tren
Virus Corona di Iran: 50 Orang Meninggal di Kota Qom

Virus Corona di Iran: 50 Orang Meninggal di Kota Qom

Tren
Siap-siap! Lebih dari 190 Ribu Tiket KA Angkutan Lebaran Terjual, Ini Informasinya

Siap-siap! Lebih dari 190 Ribu Tiket KA Angkutan Lebaran Terjual, Ini Informasinya

Tren
75 Tahun Perjalanan Karier Politik Mahathir Mohamad

75 Tahun Perjalanan Karier Politik Mahathir Mohamad

Tren
Daftar 30 Wilayah di Korea Selatan yang Konfirmasi Positif Virus Corona Covid-19

Daftar 30 Wilayah di Korea Selatan yang Konfirmasi Positif Virus Corona Covid-19

Tren
Pemerintah Xinxian Perpanjang Masa Inkubasi Virus Corona hingga 21 Hari

Pemerintah Xinxian Perpanjang Masa Inkubasi Virus Corona hingga 21 Hari

Tren
'Red Alert' Virus Corona di Korea Selatan, Catat Nomor Kontak Darurat Ini!

"Red Alert" Virus Corona di Korea Selatan, Catat Nomor Kontak Darurat Ini!

Tren
763 Kasus Positif Corona, Korea Selatan Jadi Negara Terbanyak Kedua Setelah China

763 Kasus Positif Corona, Korea Selatan Jadi Negara Terbanyak Kedua Setelah China

Tren
Terbaru! Kuwait dan Bahrain Konfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

Terbaru! Kuwait dan Bahrain Konfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

Tren
152 Terinfeksi, 3 Meninggal, Ini Peta Penularan Virus Corona di Italia Utara

152 Terinfeksi, 3 Meninggal, Ini Peta Penularan Virus Corona di Italia Utara

Tren
Tragedi Susur Sungai, PB PGRI Akan Beri Dampingan Guru yang Jadi Tersangka

Tragedi Susur Sungai, PB PGRI Akan Beri Dampingan Guru yang Jadi Tersangka

Tren
Korea Selatan 'Red Alert' Virus Corona, Ini Imbauan Kemenlu untuk WNI

Korea Selatan "Red Alert" Virus Corona, Ini Imbauan Kemenlu untuk WNI

Tren
763 Orang Terinfeksi, Berikut Cerita WNI di Pusat Wabah Corona Korea Selatan

763 Orang Terinfeksi, Berikut Cerita WNI di Pusat Wabah Corona Korea Selatan

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS Andrew Johnson Dimakzulkan

Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS Andrew Johnson Dimakzulkan

Tren
komentar
Close Ads X