Heboh Promo Black Friday, Bagaimana Sejarahnya?

Kompas.com - 29/11/2019, 13:01 WIB
Black Friday ShutterstockBlack Friday

KOMPAS.com – Pesta belanja Black Friday jatuh pada hari ini, Jumat, 29 November 2019.

Sejumlah e-commerce di Indonesia turut meramaikan dengan memberikan promo dan diskon bagi pelanggannya.

Di banyak negara,  Black Friday, ditunggu-tunggu dan selalu diwarnai antrean panjang.

Bagaimana sebenarnya kisah di balik Black Friday?

Melansir dari Telegraph, Black Friday awalnya sebetulnya berkaitan dengan krisis keuangan, bukan kegiatan belanja.

Kala itu, Jumat, 24 September 1869, dua pemodal Wall Street, Jim Fisk dan Jay Gould Bersama-sama memborong emas di AS dengan harapan harga mengalami kenaikan.

Selanjutnya, dijual untuk mendapatkan keuntungan besar.

Atas tindakan kedua pengusaha tersebut, harga emas AS jatuh dan membuat banyak orang di Wall Street bangkrut.

Beberapa tahun setelahnya, hari setelah Thanksgiving dikaitkan dengan Black Friday.

Thanksgiving merupakan perayaan tersendiri di AS dan ditetapkan sebagai hari libur.

Warga menggunakan hari tersebut serta hari sesudahnya sekaligus sebagai hari untuk membeli barang-barang terkait kebutuhan Natal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Terus Bertambah, Bagaimana Efek Virus Corona pada Tubuh?

Korban Terus Bertambah, Bagaimana Efek Virus Corona pada Tubuh?

Tren
Virus Corona, Pemerintah RI Resmi Keluarkan Travel Warning ke Provinsi Hubei China

Virus Corona, Pemerintah RI Resmi Keluarkan Travel Warning ke Provinsi Hubei China

Tren
Update! Jadwal dan Lokasi SKD CPNS Kemenag di 17 Provinsi

Update! Jadwal dan Lokasi SKD CPNS Kemenag di 17 Provinsi

Tren
Sri Lanka dan Jerman Konfirmasi Kasus Pertama Corona di Negaranya

Sri Lanka dan Jerman Konfirmasi Kasus Pertama Corona di Negaranya

Tren
106 Orang Meninggal, 16 Negara Ini Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

106 Orang Meninggal, 16 Negara Ini Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Jet AS Ditembak Uni Soviet, 3 Orang Tewas

Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Jet AS Ditembak Uni Soviet, 3 Orang Tewas

Tren
Penumpang Diketahui Merokok di Pesawat, Ini Tindakan Lion Air

Penumpang Diketahui Merokok di Pesawat, Ini Tindakan Lion Air

Tren
Menilik Wuhan, Kota Kuno China yang Diisolasi karena Virus Corona

Menilik Wuhan, Kota Kuno China yang Diisolasi karena Virus Corona

Tren
[POPULER TREN] BERITA FOTO: Situasi Kota Wuhan | Hari Ini dalam Sejarah Kapal Tampomas II Tenggelam

[POPULER TREN] BERITA FOTO: Situasi Kota Wuhan | Hari Ini dalam Sejarah Kapal Tampomas II Tenggelam

Tren
Rekap Perkembangan Virus Corona Wuhan dari Waktu ke Waktu

Rekap Perkembangan Virus Corona Wuhan dari Waktu ke Waktu

Tren
Warga China di Malaysia Ini Berusaha Kabur ke Bandara bersama Anak Balitanya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Warga China di Malaysia Ini Berusaha Kabur ke Bandara bersama Anak Balitanya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Tren
RSUD Jambi Kirim Sampel Darah Pasien WNA China yang Diduga Terkena Virus Corona ke Jakarta

RSUD Jambi Kirim Sampel Darah Pasien WNA China yang Diduga Terkena Virus Corona ke Jakarta

Tren
BPKP Umumkan Jadwal SKD CPNS di 7 Kota, Ini Daftar Nama dan Sesi Tes

BPKP Umumkan Jadwal SKD CPNS di 7 Kota, Ini Daftar Nama dan Sesi Tes

Tren
Merebaknya Virus Corona, Apakah Bisa Memengaruhi Ekonomi Global?

Merebaknya Virus Corona, Apakah Bisa Memengaruhi Ekonomi Global?

Tren
Diduga Terinfeksi Virus Corona, Bayi Berusia 23 Hari di Hong Kong Masuk Ruang Isolasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, Bayi Berusia 23 Hari di Hong Kong Masuk Ruang Isolasi

Tren
komentar
Close Ads X