Kompas.com - 28/11/2019, 06:35 WIB
Ilustrasi amandemen ShutterstockIlustrasi amandemen

Menurut Mahfud, amandemen UUD 1945 tidak akan pernah bisa menyelesaikan persoalan bangsa.

Hal ini dibuktikan dengan persoalan-persoalan negara yang belum kunjung selesai meskipun amandemen telah dilakukan beberapa kali.

Ia mengatakan bahwa yang terpenting sebenarnya adalah konsistensi menegakkan konstitusi. Namun demikian, Mahfud mempersilakan jika parlemen periode ini ingin mengamandemen UUD tersebut.

Baca juga: Lewat Amandemen UUD 1945, Indonesia Jangan Dikembalikan ke Masa Lalu

Hamdan Zoelva

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menilai bahwa tidak ada urgensi bagi MPR untuk melakukan amandemen terbatas UUD 1945 dan menghidupkan kembali GBHN.

Menurutnya, hal ini bukan menjadi kebutuhan negara saat ini. Amandemen hanya diperlukan jika ada norma dalam Undang-Undang yang perlu diubah.

Ia menilai, dibanding dengan kebutuhan, wacana amandemen terbatas UUD 1945 lebih kepada sebuah keinginan.

Pakar

Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember Bayu Dwi Anggono menilai, mengenai wacana amandemen UUD 1945 demi membangkitkan GBHN, MPR sebagai inisiator harus memperjelasnya.

Menurutnya, harus ada urgensi apabila GBHN diangkat kembali menjadi materi UU. Kemudian, apakah GBHN tersebut akan menempatkan MPR RI sebagai lembaga tertinggi dalam negara atau tidak.

Apabila tidak, Bayu menyarankan sebaiknya amandemen UUD 1945 diurungkan. Selain itu, rencana amandemen konstitusi harus terlebih dahulu melalui pertimbangan masukan publik.

Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan pakar hukum tata negara Bivitri Susanti.

Menurutnya, pilihan amandemen UUD 1945 juga harus didasarkan rasionalitas dan kepentingan bangsa. Sementara, ia menilai bahwa amandemen konstitusi bukan kebutuhan mendesak saat ini.

(Sumber: Kompas.com/ Dian Erika Nugraheny, Fitri Chusna Farisa, Christoforus Ristianto, Rakhmat Nur Hakim, Kristian Erdianto |Editor: Krisiandi, Icha Rastika, Fabian Januarius Kuwado, Khairina, Diamanty Meiliana)

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X