Ramai soal ASN "Influencer", Ini Penjelasan Kominfo

Kompas.com - 27/11/2019, 13:09 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, saat ditemui seusai diskusi polemik bertajuk Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan di Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTOPelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, saat ditemui seusai diskusi polemik bertajuk Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan di Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) berencana untuk menjadikan Aparatur Sipil Negara ( ASN) menjadi " influencer" pemerintah.

Adapun tujuannya yakni untuk mengoptimalkan fungsi Kementerian Komunikasi sebagai governement public relations pemerintah, dengan cara menguatkan penyebaran informasi terkait program dan prestasi yang diraih.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu menyampaikan bahwa ASN yang nantinya akan menjadi "influencer" berasal dari lingkungan Kominfo saja.

"Jadi, kami terapkan di Kementerian Kominfo terlebih dahulu, baru kemudian di kementerian-kementerian lainnya," ujar pria yang akrab disapa Nando ini kepada Kompas.com, Rabu (27/11/2019).

Menurutnya, penyelenggaraan program ASN influencer ini berdasarkan kondisi dunia yang telah memasuki era digital.

Oleh karena itu, pada momen ini Kominfo mengambil peluang terlebih dahulu untuk memulai penguatan dalam penyebaran informasi dari pemerintah.

"Kami mengharapkan semangat itu bisa dilanjutkan oleh sebagaimana kementerian lain," ujar Nando.

Baca juga: [HOAKS] Jadwal Pembagian SK CPNS Diputuskan 31 Oktober 2019

Isu Hoaks

Ilustrasi hoaks, hoaxShutterstock Ilustrasi hoaks, hoax

Selain itu, peran ASN "influencer" ini juga dapat mengikis isu-isu hoaks atau kabar tidak benar yang banyak beredar di media sosial.

Nando mengaku, selama ini penangkalan hoaks dilakukan oleh petugasnya, namun karena keterbatasan jumlah, menyebabkan kinerja kurang efektif.

Ia menyebutkan ASN di Indonesia mencapai 4 juta orang, sementara yang ditugaskan dalam Kominfo sendiri ada kurang lebih 3.000 orang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X