Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CPNS 2019 di Kemendikbud, Ada 1.891 Formasi untuk Dosen

Kompas.com - 21/11/2019, 07:20 WIB
Nur Rohmi Aida,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya mengeluarkan pengumuman penerimaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019.

Sebelumnya, sempat ada pengunduran jadwal untuk pengumuman CPNS di kementerian ini. 

Pengumuman CPNS tersebut didasarkan pengumuman Nomor 131557/A.A3/KP 2019 mengenai Seleksi Penerimaan CPNS di lingkungan Kemendikbud tahun 2019 untuk formasi pendidikan tinggi.

Adapun jumlah formasi CPNS di Kemendikbud kali ini adalah sebanyak 1.994.

Formasi tersebut terdiri dari:

  • Dosen: 1.891 formasi
  • Pranata Laboratorium Pendidikan: 88 formasi
  • Analis Kepegawaian: 15 formasi

Seleksi CPNS di Kemendikbud terbuka bagi lulusan S-1 hingga jenjang pendidikan S-3.

Baca juga: Update CPNS : Jumlah Pelamar CPNS 3,7 Juta, 5 Formasi Ini Masih Kosong Pelamar

Proses seleksi dilakukan 3 tahap yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

SKD meliputi materi tes wawasan kebangsaan (TWK), tes inteigensia umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP).

Sementara, SKB dibagi 3 kriteria berdasar jabatan yang dilamar yakni SKB bagi fungsional dosen, pranata laboratorium pendidikan, dan analis kepegawaian (ahli dan terampil).

Sejumlah persyaratan CPNS di lingkungan Kemendikbud adalah:

  • Usia pelamar lulusan S-1/DIV sampai dengan S-2/Spesialis, serendah-rendahnya 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun
  • Bagi lulusan S-3/Subspesialis serendahnya 18 tahun dan paling tinggi 40 tahun
  • Bagi pelamar yang ingin mengisi jabatan dosen maka IPK minimal 3,00, untuk jabatan selain dosen IPK minimal 2,75.

Pendaftaran CPNS di lingkungan Kemendikbud dibuka mulai hari ini, Kamis (21/11/2019) hingga Kamis (5/12/2019).

Hasil akhir seleksi akan didasarkan pada hasil integrasi tes SKD dan SKB dengan perbandingan bobot 40 pesen banding 60 persen.

Baca juga: [POPULER TREN] Update Link CPNS 2019 di 32 Kementerian | Viral Foto Ahok | Gaji PNS DKI Rp28 Juta

Jika nantinya nilai kelulusan peserta sama, maka penentuan kelulusan akhir secara berurutan didasarkan pada:

  1. Nilai total hasil SKD yang lebih tinggi
  2. Apabila masih sama maka penentuan kelulusan akhir didasarkan berurutan mulai dari nilai TKP, TIU dan TWK.
  3. Jika nomor 2 masih sama lagi maka penentuan kelulusan akhir didasarkan pada nilai IPK.
  4. Jika nomor 3 masih sama maka penentuan kelulusan didasarkan pada usia tertinggi

Jika kebutuhan formasi umum belum terpenuhi, maka bisa disi oleh peserta yang mendaftar pada formasi khusus pada jabatan, kualifikasi pendidikan dan unit penempatan/ okasi yang sama dan memenuhi nilai ambang batas kelulusan SKD formasi umum dan berperingkat baik.

Sementara, dalam hal kebutuhan formasi khusus belum terpenuhi, bisa diisi oleh peserta yang mendaftar formasi umum dan khusus lain pada jabatan, kualifikasi pendidikan dan unit penempatan/lokasi formasi yang sama.

Selain itu, memenuhi nilai ambang batas kelulusan SKD formasi umum dan berperingkat baik.

Informasi selengkapnya, bisa diakses di sini:

https://cpns.kemdikbud.go.id/

KOMPAS.com/Dhawam Pambudi Infografik: Alokasi Formasi CPNS 2019

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Cara Backup Foto dan Video di Google Foto, Solusi untuk Memori Ponsel yang Penuh

Cara Backup Foto dan Video di Google Foto, Solusi untuk Memori Ponsel yang Penuh

Tren
7 Fakta Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 3 Gym di Pontianak

7 Fakta Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 3 Gym di Pontianak

Tren
Ganjar Putuskan Tak Maju Pilkada DKI Jakarta 2024, Mengaku Sadar Diri

Ganjar Putuskan Tak Maju Pilkada DKI Jakarta 2024, Mengaku Sadar Diri

Tren
Cuaca Panas Ekstrem Serang Banyak Negara, Apakah Bumi Mulai Tak Layak Huni?

Cuaca Panas Ekstrem Serang Banyak Negara, Apakah Bumi Mulai Tak Layak Huni?

Tren
Arkeolog Temukan Situs Misterius Usia 4.000 Tahun di Yunani, Apa Itu?

Arkeolog Temukan Situs Misterius Usia 4.000 Tahun di Yunani, Apa Itu?

Tren
6 Wilayah yang Berpotensi Banjir Rob 20-30 Juni 2024, Mana Saja?

6 Wilayah yang Berpotensi Banjir Rob 20-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
7 Fakta Porsche Tabrak Truk di Tol Dalkot Jakarta, Mobil Terseret dan Pengemudi Tewas

7 Fakta Porsche Tabrak Truk di Tol Dalkot Jakarta, Mobil Terseret dan Pengemudi Tewas

Tren
5 Masalah Haji 2024: Tenda Melebihi Kapasitas, Tak Ramah Lansia, dan Antre Toilet 2 Jam

5 Masalah Haji 2024: Tenda Melebihi Kapasitas, Tak Ramah Lansia, dan Antre Toilet 2 Jam

Tren
Ramai soal Seserahan Fortuner di Pati Disebut Curian, Ini Faktanya

Ramai soal Seserahan Fortuner di Pati Disebut Curian, Ini Faktanya

Tren
Apa Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung? Berikut Pengertian dan Contohnya

Apa Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung? Berikut Pengertian dan Contohnya

Tren
Perputaran Judi 'Online' di Indonesia Mencapai Rp 600 Triliun, Duitnya Lari ke 20 Negara

Perputaran Judi "Online" di Indonesia Mencapai Rp 600 Triliun, Duitnya Lari ke 20 Negara

Tren
Ini Sanksi jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni 2024

Ini Sanksi jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni 2024

Tren
Kemenkominfo Ancam Blokir Twitter, Akankah Terjadi? Ini Kata Pengamat

Kemenkominfo Ancam Blokir Twitter, Akankah Terjadi? Ini Kata Pengamat

Tren
Rupiah Tembus Rp 16.400 dan Marak Badai PHK, Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia?

Rupiah Tembus Rp 16.400 dan Marak Badai PHK, Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia?

Tren
Jatim Park 1, 2, dan 3 Beri Diskon Tiket Masuk 50 Persen hingga 16 September 2024, Cek Ketentuannya

Jatim Park 1, 2, dan 3 Beri Diskon Tiket Masuk 50 Persen hingga 16 September 2024, Cek Ketentuannya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com