Temuan Telur Terkontaminasi Dioksin, Bagaimana Awal Mulanya?

Kompas.com - 20/11/2019, 05:53 WIB
Tumpukan sampah plastik impor berada di sekitar pemukiman warga di Desa Bangun di Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (19/6/2019). Berdasarkan data Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton, masuknya sampah dengan merk dan lokasi jual di luar Indonesia, diduga akibat kebijakan China menghentikan impor sampah plastik dari sejumlah negara di Uni Eropa dan Amerika yang mengakibatkan sampah plastik beralih tujuan ke negara-negara di ASEAN. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUTumpukan sampah plastik impor berada di sekitar pemukiman warga di Desa Bangun di Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (19/6/2019). Berdasarkan data Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton, masuknya sampah dengan merk dan lokasi jual di luar Indonesia, diduga akibat kebijakan China menghentikan impor sampah plastik dari sejumlah negara di Uni Eropa dan Amerika yang mengakibatkan sampah plastik beralih tujuan ke negara-negara di ASEAN.

KOMPAS.com - Sebuah mini report berjudul "Sampah Plastik Meracuni Rantai Makanan Indonesia" yang disusun Nexus3, Arnika, Ecoton, dan IPEN, pada November 2019 menjadi sorotan media.

Bahkan, sejumlah media internasional seperti New York Times, BBC, dan The Guardian memberitakan publikasi laporan itu.

Dua hal yang menjadi perhatian adalah proses pembuatan tahu yang menggunakan limbah plastik impor sebagai bahan bakar dan temuan kontaminasi dioksin pada telur sebagai dampaknya.

Bagaimana sebenarnya penelitian terhadap kasus ini bermula?

IPEN sebagai penulis dari laporan mini ini adalah jaringan global dari 600 LSM.

Sementara, Arnika, Nexus3, dan Ecoton adalah anggota dari jaringan IPEN.

Baca juga: Pabrik Tahu Gunakan Sampah Plastik sebagai Bahan Bakar, Ini Rekomendasi IPEN

Isu-isu yang menjadi fokus perhatian adalah isu-isu yang terkait dengan global dan lokal, khususnya isu chemical and waste.

Tujuannya, menghapuskan bahan-bahan kimia berbahaya beracun agar kita punya toxic free world dan sustainable future terutama untuk melindungi anak-anak dan generasi mendatang.

Dioxin

Dioksin merupakan salah satu bahan yang dibicarakan oleh LSM-LSM jaringan IPEN pada Persistent Organic Pollutant Review Committee (POPRC) tiap tahunnya.

Oleh karena itu, pengamatan terhadap dioksin ini juga menjadi salah satu perhatian utama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X