Meski Indomie Jadi Ramen Terenak Dunia, Ini Bahaya Jika Dimakan Tiap Hari

Kompas.com - 10/11/2019, 20:45 WIB
Peringkat ramen terenak versi LA Times LA TimesPeringkat ramen terenak versi LA Times

KOMPAS.com - Mi instan memang menjadi makanan primadona yang kelezatannya sulit ditolak oleh siapa pun.

Nah, baru-baru ini, salah satu kolumnis makanan dari salah satu media di Los Angeles, California, LA Times, menobatkan Indomie sebagai ramen paling enak di dunia.

Saking terkesan dengan kenikmatan indomie, Lucas Kwan Peterson, kolumnis tersebut menuliskan bahwa dirinya bisa dan mau memakan mi instan asal Indonesia itu setiap hari.

Tentu ungkapan Peterson itu tak perlu kita tiru. Meski rasanya nikmat, kita tetap tak boleh mengonsumsi mi instan setiap hari.

Pasalnya, sebagian besar mi instan mengandung kalori, serat dan protein yang rendah. Namun, kandungan lemak, karbohidrat, dan natrium dalam mi instan sangat tinggi.

Karena kandungan serat dan proteinnya yang rendah, mi instan bisa memicu kenaikan berat badan.

Baca juga: Indomie Dinobatkan Sebagai Ramen Terenak Versi LA Times

Satu bungkus mi instan rata-rata hanya mengandung 4 gram protein dan 1 gram serat. Meski rendah kalori, mi instan tidak akan membuat kita merasa kenyang.

Mie instan juga mengandung monosodium glutamate (MSG), bahan tambahan pada makanan yang digunakan untuk meningkatkan rasa dalam makanan olahan.

Meski aman dikonsumsi, terlalu sering mengonsumsi MSG bisa menyebabkan obesitas, peningkatan tekanan darah, sakit kepala dan mual.

Beberapa penelitian juga membuktikan MSG dapat berdampak negatif bagi kesehatan otak. MSG juga dapat menyebabkan pembengkakan dan kematian sel-sel otak dewasa.

Pada orang-orang yang sensitif terhadap MSG, sedikit jasa mengonsumsinya bisa membuat mereka sakit kepala, otot tegang, mati rasa dan kesemutan.

Kandungan sodium yang tinggi dalam mi instan juga bisa memicu peningaktan tekanan darah yang bisa mengarah pada penyakit kardiovaskular (berhubungan dengan jantung).

Demi kesehatan tubuh, sebaiknya kita jangan terlalu sering mengonsumsi mi instan.

Bisa jadi makanan sehat, asal...

Untuk meredam bahaya mi instan, kita juga bisa mengolahnya dengan cara sehat dengan cara berikut:

1. Membuang bumbunya

Jumlah natrium dalam bumbu mi instan setara dengan setengah sendok teh garam atau 63 persen dari dosis garam harian.

Agar mi instan yang kita konsumsi lebih sehat, buanglah sebagian besar bumbu yang disediakan.

Gantilah bumbu-bumbu tersebut dengan rempah-rempah seperti cabai, kecap ikat atau miso. Semakin sedikit bumbu mi instan yang kita gunakan, maka akan semakin baik.

2. Tambahkan sayuran

Selain menambah cita rasa pada mi, sayuran juga mengandung serat tinggi yang membuat kita merasa lebih kenyang.

Kita bisa menambahkan sayuran seperti sawi, selada air, bok choy, bawang bombay atau daun bawang.

3. Menambahkan sumber protein

Mie instan mengandung protein yang sangat rendah. Oleh karena itu, kita bisa menambahkan sumber protein lain seperti telur.

Telur mengandung zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Satu butir telur mengandung vitamin A, asam folat, vitamin B5, vitamin B12, vitamin B2, fosfor, selenium, vitamin D, vitamin E, vitamin K, vitamin B6, kalsium, dan seng.

Baca juga: Iklan Mi Instan, Benarkah Bikin Usus Buntu jika Dimakan Setiap Hari?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tuai Pro Kontra, Ini Data Ekspor Benih Lobster dari Indonesia pada 2009-2014

Tuai Pro Kontra, Ini Data Ekspor Benih Lobster dari Indonesia pada 2009-2014

Tren
Ada 81.099 Sanggahan di SSCN, Apa yang Paling Banyak Disanggah Pelamar CPNS 2019?

Ada 81.099 Sanggahan di SSCN, Apa yang Paling Banyak Disanggah Pelamar CPNS 2019?

Tren
Riau, Terkepung Asap Saat Kemarau, Terendam Banjir Saat Musim Hujan

Riau, Terkepung Asap Saat Kemarau, Terendam Banjir Saat Musim Hujan

Tren
5 Hoaks Bencana yang Beredar pada 2019

5 Hoaks Bencana yang Beredar pada 2019

Tren
Kata Dokter soal Viral Tempel Bawang Putih di Tangan Bisa Atasi Sakit Gigi

Kata Dokter soal Viral Tempel Bawang Putih di Tangan Bisa Atasi Sakit Gigi

Tren
Kontroversi Ekspor Benih Lobster dan Catatan Penyelundupan yang Mencapai Rp 1,37 Triliun...

Kontroversi Ekspor Benih Lobster dan Catatan Penyelundupan yang Mencapai Rp 1,37 Triliun...

Tren
9.177 Pelamar Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2019 di Kementerian PPN/Bappenas, Ini Link Pengumumannya

9.177 Pelamar Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2019 di Kementerian PPN/Bappenas, Ini Link Pengumumannya

Tren
3.155 Orang Lolos Administrasi CPNS BIN, Wajib Registrasi, Ini Informasi Lengkapnya

3.155 Orang Lolos Administrasi CPNS BIN, Wajib Registrasi, Ini Informasi Lengkapnya

Tren
Hari Ini 59 Tahun Lalu, Dua Pesawat Tabrakan di Atas Kota New York

Hari Ini 59 Tahun Lalu, Dua Pesawat Tabrakan di Atas Kota New York

Tren
Hari Ini Terakhir, Bagaimana jika Ada Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS 2019?

Hari Ini Terakhir, Bagaimana jika Ada Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS 2019?

Tren
Mengenal 7 Anak Cucu Pertamina, dari Urusi Asuransi hingga Perhotelan

Mengenal 7 Anak Cucu Pertamina, dari Urusi Asuransi hingga Perhotelan

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Film Avatar Diputar Pertama Kali di Bioskop AS

Hari Ini dalam Sejarah: Film Avatar Diputar Pertama Kali di Bioskop AS

Tren
3 Orangutan Hasil Perdagangan Liar dari Thailand Kembali Dilepasliarkan

3 Orangutan Hasil Perdagangan Liar dari Thailand Kembali Dilepasliarkan

Tren
Jangan (Ada Lagi) Korupsi di Kementerian

Jangan (Ada Lagi) Korupsi di Kementerian

Tren
Lolos Administrasi CPNS 2019, Persiapkan Pakaian Ini untuk Tes SKD

Lolos Administrasi CPNS 2019, Persiapkan Pakaian Ini untuk Tes SKD

Tren
komentar
Close Ads X