Segitiga Jokowi, Paloh dan Sohibul Iman, dari Sinyal Kedekatan hingga Kecurigaan

Kompas.com - 10/11/2019, 09:31 WIB
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi kebangsaan dan menjajaki kesamaan pandangan tentang kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIKetua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi kebangsaan dan menjajaki kesamaan pandangan tentang kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

Menanggapi sindiran Jokowi, Ketua DPP Nasdem, Willy Aditya kembali memberikan keterangan.

"Enggak ada yang ditutup-tutupi, tujuannya silaturahim kebangsaan bagaimana Nasdem ingin meneruskan apa yang menjadi modalitas pertama bumi pertiwi ini berdiri, ialah dialog antarelite, antargolongan, antarkelompok itu yang ingin dirajut lagi oleh Pak Surya," kata Willy saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/11/2019).

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini pun mengatakan bahwa pertemuan PKS-Nasdem menunjukkan bahwa oposisi- koalisi tak harus bermusuhan.

Ia juga menyebut, nantinya di pemilu 2024 PKS terbuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan Nasdem.

Baca juga: Di Balik Pertemuan Nasdem dan PKS...

Pidato Surya Paloh

Saat berkesempatan berpidato dalam Kongres Nasdem II yang digelar Jumat (8/11/2019) malam, Surya Paloh menyampaikan bahwa tak seharusnya rangkulan sesama teman dicurigai.

"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain. Hingga kita berkunjung ke kawan, mengundang kecurigaan," katanya waktu itu.

Pernyataan tersebut seolah menanggapi sindiran yang disampaikan oleh Jokowi sebelumnya.

Dalam pidatonya ia juga menyatakan bahwa Nasdem paling setia mendampingi Jokowi di pemerintahan.

Menurutnya, ucapan tersebut semestinya dibuktikan lewat perbuatan bukan sekadar pernyataan.

"Karena apa? Karena nanti (jika) ada ujian berat yang dijalani Bapak Presiden, jangan-jangan hanya tinggal Nasdem yang bersama Bapak Presiden," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X