Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Ini Profil Prof Dr Sardjito

Kompas.com - 08/11/2019, 17:52 WIB
Salah satu potret Prof. Dr. Sardjito, MD, MPH  yang dipamerkan di sela-sela Seminar Nasional Dalam Rangka Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Prof. Dr. M. Sardjito, MPH di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (27/2/2018) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSalah satu potret Prof. Dr. Sardjito, MD, MPH yang dipamerkan di sela-sela Seminar Nasional Dalam Rangka Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Prof. Dr. M. Sardjito, MPH di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (27/2/2018)

Sardjito juga pernah menempuh pendidikan di Belanda dengan disertasi berjudul Immunisatie togen baccilinire dysentrie door middal van de bacteriophaag anti dysentrial Shigakruse.

Sardjito juga pernah memperdalam pengetahuannya di Berlin serta John Hopkins University di Baltimore, AS pada tahun 1928-1924.

Ia lalu tertarik untuk melakukan penelitian ketika mengikuti tim penelitian khusus influenza di Institut Pasteur. Pada saat itu penyakit influenza memang sedang menjadi momok di masyarakat.

Sebagai seorang dokter sekaligus peneliti, Sardjito mencatatkan berbagai penemuan yang bermanfaat, seperti obat penyakit batu ginjal (calcusol) serta obat penurun kolesterol (calterol).

Baca juga: Ini Profil Singkat 6 Pahlawan Nasional Baru

Selain itu, dia juga berkontribusi dalam menciptakan vaksin anti infeksi untuk typus, kolera, disentri, staflokoken, dan streptokoken.

Bahkan saat masa revolusi kemerdekaan, Sardjito mencipatakan makanan ranasum bernama Biskuit Sardjito bagi para tentara pelajar yang sedang berjuang di medan perang.

Lebih lanjut, sebagai seorang peneliti, ia telah menerbitkan karya bersama dengan ahli paeontologi G.H.R von Koenigswald. Adapun publikasi tersebut berjudul The Occurence in Indonesia of Two Diseases Rhinoscleroma and Bilharziasis Japonica Whose Spread is Rooted Deep in the Past, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, 27 Februari 2018. 

Selain itu, ia juga menerbitkan lebih dari 10 karya ilmiah dalam berbagai bahasa antara lain Jerman, Inggris, dan Belanda.

Pejuang kemerdekaan

Selain dikenal sebagai seorang dokter dan peneliti, Sardjito juga ikut ambil bagian dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Pasca-kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Sardjito memindahkan buku-buku milik sekolah tinggi kedokteran di Klaten dan Solo dengan menggunakan kereta api. Kemudian pada saat yang sama, Institut Pasteur berpindah ke Klaten.

Arsip pemberitaan Harian Kompas, 8 Mei 1970 menyebutkan, Sardjito bersama dengan Prof Sutarman, dokter Sanusmo, dan dokter Pudjodarmohusodo mendirikan Fakultas Kedokteran RI di Klaten dan Solo pada 5 Maret 1946.

Fakultas tersebut kemudian berkembang menjadi Universitas Gadjah Maada. Adapun Sardjito diangkat menjadi rektor pertama dan menduduki jabatan itu selama 12 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir pada 5 Mei 1970 di usia 81 tahun.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelombang Kedua Virus Corona di China dan Negara Asia yang Perlu Diwaspadai

Gelombang Kedua Virus Corona di China dan Negara Asia yang Perlu Diwaspadai

Tren
Khawatir Jadi Pembawa Virus Corona, Pria di Malaysia Ini Pulang Jalan Kaki 120 Kilometer ke Rumahnya

Khawatir Jadi Pembawa Virus Corona, Pria di Malaysia Ini Pulang Jalan Kaki 120 Kilometer ke Rumahnya

Tren
[HOAKS] Video Mitra Grab Kembalikan Mobil di Pool Cinere

[HOAKS] Video Mitra Grab Kembalikan Mobil di Pool Cinere

Tren
[HOAKS] Informasi Pembatalan Keberangkatan Seluruh Kereta dari dan ke Jakarta Mulai 10 April

[HOAKS] Informasi Pembatalan Keberangkatan Seluruh Kereta dari dan ke Jakarta Mulai 10 April

Tren
INFOGRAFIK: Mengenang Perjalanan Karier dan Karya Glenn Fredly

INFOGRAFIK: Mengenang Perjalanan Karier dan Karya Glenn Fredly

Tren
Pandemi Virus Corona, Bagaimana Aturan Registrasi Mahasiswa Baru di UGM?

Pandemi Virus Corona, Bagaimana Aturan Registrasi Mahasiswa Baru di UGM?

Tren
Saat 100 Pramugari American Airlines Terkonfirmasi Positif Virus Corona...

Saat 100 Pramugari American Airlines Terkonfirmasi Positif Virus Corona...

Tren
Tak Pakai Masker di Thailand Bisa Dikenai Denda Rp 9,8 Juta

Tak Pakai Masker di Thailand Bisa Dikenai Denda Rp 9,8 Juta

Tren
Lolos SNMPTN 2020, Cek Jadwal Registrasi Ulang Jangan Sampai Terlewat!

Lolos SNMPTN 2020, Cek Jadwal Registrasi Ulang Jangan Sampai Terlewat!

Tren
China Mulai Uji Klinis Carrimycin untuk Pengobatan Covid-19

China Mulai Uji Klinis Carrimycin untuk Pengobatan Covid-19

Tren
WHO Ingatkan Bersatu Lawan Virus Corona dan Hentikan Politisasi Covid-19

WHO Ingatkan Bersatu Lawan Virus Corona dan Hentikan Politisasi Covid-19

Tren
INFOGRAFIK: Dapat Bantuan Rp 3,5 Juta, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja

INFOGRAFIK: Dapat Bantuan Rp 3,5 Juta, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja

Tren
Cara Daftar Ulang Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN di Undip, UGM, Unpad, Unnes, dan UB

Cara Daftar Ulang Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN di Undip, UGM, Unpad, Unnes, dan UB

Tren
Dua Provinsi di Indonesia Nol Kasus Covid-19, Bagaimana Sebaran Virus Corona di 32 Provinsi?

Dua Provinsi di Indonesia Nol Kasus Covid-19, Bagaimana Sebaran Virus Corona di 32 Provinsi?

Tren
PSBB di DKI Jakarta, Berikut Upaya Pemda di Indonesia Tangani Covid-19

PSBB di DKI Jakarta, Berikut Upaya Pemda di Indonesia Tangani Covid-19

Tren
komentar
Close Ads X