Catat, Ini Jadwal Penerimaan CPNS BKN 2019 dan Syarat yang Harus Disiapkan

Kompas.com - 08/11/2019, 14:29 WIB
BKN resmi mengumumkan pembukaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Website BKNBKN resmi mengumumkan pembukaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) secara resmi membuka pendaftaran rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 11 November 2019 mendatang.

Keputusan tersebut tertuang dalam pengumuman yang dikeluarkan oleh Kemenpan-RB Nomor: B/1069/M.SM.01.00/2019 soal Informasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Pendaftaran tersebut nantinya akan dilakukan secara daring (online) melalui laman sscasn. bkn.go.id.

Sementara itu, Badan Kepagawaian Nasional ( BKN) telah merilis pengumuman rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di website resmi pada Rabu, 7 November 2019.

Saat dikonfirmasi Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan membenarkan adanya informasi tersebut.

"Lebih lengkapnya, cek saja di website bkn.go.id," ujarnya singkat kepada Kompas.com, Jumat (8/11/2019).

Berikut jadwal CPNS BKN 2019:

  • Pengumuman dilakukan pada 7 November 2019.
  • Pendaftaran Online dilakukan pada 11-24 November 2019.
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dilakukan pada 16 Desember 2019.
  • Masa Sanggah dilakukan pada 17-19 Desember 2019.
  • Pengumuman Hasil Sanggah dilakukan pada 26 Desember 2019.
  • Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilakukan pada Februari 2020.
  • Pengumuman Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dilakukan pada Maret 2020.
  • Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dilakukan pada Maret 2020.
  • Pengumuman Akhir Seleksi CPNS BKN Tahun 2019 dilakukan pada April 2020.

Pihak BKN menambahkan jadwal pelaksanaan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu dan akan diumumkan kemudian.

Baca juga: BKN Sebut Topik Radikalisme Tidak Masuk dalam SKD CPNS 2019

Beberapa syarat yang harus disiapkan adalah:

  1. Swafoto dengan kartu Identitas dan Kartu Informasi Akun;
  2. Kartu Tanda Penduduk/Surat Keterangan Kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil;
  3. Pasfoto dengan latar belakang warna merah ukuran 4x6;
  4. Surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam yang ditujukan kepada Kepala BKN c.q. Ketua Panitia Seleksi CPNS BKN Tahun 2019 dan ditandatangani di atas materai 6000;
  5. Ijazah asli;
  6. Transkrip Nilai asli;
  7. Sertifikat TOEFL/TOEFL Preparation/TOEFL Prediction minimal 450 /Computer Based TOEFL minimal 133/Internet Based TOEFL minimal 45/TOEIC minimal 405/IELTS minimal 5,5 dalam 2 (dua) tahun terakhir.
  8. Bukti Perguruan Tinggi dan Program Studi terakreditasi dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT);
  9. Bagi Pelamar dengan kriteria Cumlaude, bukti Perguruan Tinggi dan Program Studi harus terakreditasi A/Unggul dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT);
  10. Bagi Pelamar dengan kriteria Disabilitas, ditambah dengan surat keterangan dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas yang menerangkan jenis dan derajat kedisabilitasannya (pelamar dengan kriteria disabilitas hanya dapat melamar pada formasi disabilitas);
  11. Bagi Pelamar dengan kriteria Putra/Putri Papua dan Papua Barat, ditambah dengan KTP bapak/ibu kandung, akte kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan, dan surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku yang menunjukkan pelamar memiliki garis keturunan orang tua asli Papua/Papua Barat.

Sebagai catatan, untuk dokumen pada nomor 7 dan 8 serta angka 9, 10,11 digabung menjadi satu file lalu diunggah pada 'Dokumen Pendukung Lainnya'.

Baca juga: Kemenkumham Buka 3.532 Formasi CPNS 2019 untuk Lulusan SMA, Ini Perinciannya...

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Tren
 4 Kepala Negara yang Sumbangkan Gaji Perangi Covid-19, dari Donald Trump hingga Erdogan

4 Kepala Negara yang Sumbangkan Gaji Perangi Covid-19, dari Donald Trump hingga Erdogan

Tren
Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Tren
Ingin Membuat Masker Kain Rumahan? Coba Tutorial Ini!

Ingin Membuat Masker Kain Rumahan? Coba Tutorial Ini!

Tren
Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Tren
Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pertamina Siapkan 52 Kamar Hotel untuk Tenaga Medis

Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pertamina Siapkan 52 Kamar Hotel untuk Tenaga Medis

Tren
Amankah Donor Darah Saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan PMI

Amankah Donor Darah Saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan PMI

Tren
Dampak Virus Corona, Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Covid-19

Dampak Virus Corona, Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Covid-19

Tren
Kucing Disebut Dapat Tertular Virus Corona, Ahli: Belum Tentu Menular ke Manusia

Kucing Disebut Dapat Tertular Virus Corona, Ahli: Belum Tentu Menular ke Manusia

Tren
Bagaimana Cara Melindungi Hewan Peliharaan dari Infeksi Virus Corona?

Bagaimana Cara Melindungi Hewan Peliharaan dari Infeksi Virus Corona?

Tren
2.491 Orang Positif Covid-19 di Indonesia, Ini Rincian Kasus di 32 Provinsi

2.491 Orang Positif Covid-19 di Indonesia, Ini Rincian Kasus di 32 Provinsi

Tren
Update Virus Corona di Dunia, Berikut 10 Negara dengan Kasus Tertinggi

Update Virus Corona di Dunia, Berikut 10 Negara dengan Kasus Tertinggi

Tren
Kasus Infeksi Melonjak, Jepang Umumkan Status Darurat Nasional Virus Corona

Kasus Infeksi Melonjak, Jepang Umumkan Status Darurat Nasional Virus Corona

Tren
Wajib Pakai Masker, Cermati 5 Hal Ini jika Gunakan Masker Kain

Wajib Pakai Masker, Cermati 5 Hal Ini jika Gunakan Masker Kain

Tren
Berikut Penjelasan Kenapa Masa Karantina Corona Harus Dilakukan 14 Hari

Berikut Penjelasan Kenapa Masa Karantina Corona Harus Dilakukan 14 Hari

Tren
komentar
Close Ads X