Kompas.com - 08/11/2019, 05:44 WIB
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - Sebuah unggahan terkait riwayat pendidikan Sekolah Dasar anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Mulan Jameela viral di media sosial baru-baru ini.

Salah satu akun Twitter mengunggahnya dengan narasi bahwa Mulan hanya menempuh pendidikan tingkat SD dalam waktu tiga tahun.

Selain itu pengunggah juga mempertanyakan keabsahan data yang diketahui dari profil Anggota DPR yang terpajang di laman dpr.go.id.

Narasi yang beredar

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, unggahan mengenai riwayat pendidikan Mulan Jameela tingkat SD yang hanya tiga tahun, diunggah oleh salah satu pengguna Twitter Seruanhulu, @seruanhl pada Senin (4/11/2019).

Dalam unggahan tersebut, pengunggah mempertanyakan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Garut apakah benar di tahun ajaran 1988-1991 ada murid bernama R. Wulansari (Mulan Jameela) yang menempuh pendidikan tingkat SD hanya dalam waktu 3.

Berikut narasi unggahan tersebut:

"Jadi pengen nanya ke Dinas Pendidikan Kab. Garut, apa benar di tahun ajaran 1988 - 1991 ada murid yang bernama R.WULANSARI yang menempuh pendidikan tingkat SD hanya dalam waktu 3 tahun?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halo @DPR_RI
jangan bilang bahwa ini salah input data, pliss."

Hingga Kamis (7/11/2019), unggahan tersebut telah di-retweet sebanyak 241 kali dan disukai sebanyak 381.

Baca juga: Ramai soal Riwayat Pendidikan Mulan Jameela, DPR: Salah Ketik Saja

Konfirmasi Kompas.com

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Hani Tahapari mengatakan, data pendidikan SD Mulan Jameela yang sempat tertulis tiga tahun lalu berubah menjadi enam tahun bukanlah hal yang disengaja.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X