Haul Haji Agus Salim, Mengenang "The Grand Oldman"

Kompas.com - 04/11/2019, 17:00 WIB
Haji Agus Salim WikimediaHaji Agus Salim

 

Apakah keikatan kita?
Menyebuahkan usaha
Menjadi asas utama
Pada tujuan mulia
Tujuan kita bersama
Meninggikan derajat Indonesia
( Haji Agus Salim, 1925)

KOMPAS.com - Penggalan puisi diatas diciptakan oleh Haji Agus Salim dengan judul "Tanah Air Kita" pada suatu sore hari di tahun 1925 setelah seharian disibukkan oleh ceramah dan rapat.

Hari ini 65 tahun lalu, The Grand Oldman Haji Agus Salim meninggal dunia pada 4 November 1954.

Haji Agus Salim adalah tokoh yang menggunakan bahasa Indonesia untuk pertama kalinya dalam Volksraad (Dewan Rakyat).

Ia dikenal sebagai Pahlawan Nasional Indonesia yang namanya diakui sebagai seorang diplomat ulung.

Baca juga: Ketua MPR Ajak Masyarakat Teladani Kisah Bung Karno, Bung Hatta, dan KH Agus Salim

Masa Kecil

Dilahirkan pada 8 Oktober 1884 di Kampung Kota Gedang, Bukittinggi, Agus Salim berasal dari keluarga yang tidak berada.

Asvi Warman Adam dalam artikelnya "Agus Salim, Manusia Merdeka" yang dimuat dalam Harian Kompas, 21 Agustus 2004 menyebutkan, Agus Salim lahir dengan nama Masyudul Haq.

Nama itu merupakan nama seorang tokoh dari sebuah buku yang dibaca ayahnya, Sutan Mohammad Salim.

Ketika kecil, Masyudul diasuh oleh seorang pembantu asal Jawa yang memanggil anak majikannya dengan "den bagus" yang kemudian disingkat menjadi "gus".

Dari panggilan itu, teman sekolah dan guru-gurunya pun memanggilnya "Agus".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X