Hari Ini dalam Sejarah: Pengepungan Kedubes AS di Iran Selama 444 Hari

Kompas.com - 04/11/2019, 05:33 WIB
Ribuan mahasiswa Iran mengepung dan menduduki Kedubes AS di Teheran pada November 1979 dan menyandera 52 warga AS selama 444 hari hingga Januari 1981. WikipediaRibuan mahasiswa Iran mengepung dan menduduki Kedubes AS di Teheran pada November 1979 dan menyandera 52 warga AS selama 444 hari hingga Januari 1981.

Setelah itu, sehari kemudian, enam buah helikopter yang ada dijadwalkan bertemu dengan beberapa pesawat angkut di lokasi pendaratan.

Namun saat tiba di lokasi pertemuan, satu helikopter mengalami kerusakan. Kondisi tersebut akhirnya memaksa Kolonel Charles Alvin Beckwith mengusulkan agar operasi penyelamatan dibatalkan. Usul ini disetujui oleh Presiden Carter.

Sebelum kembali, satu buah helikopter menabrak pesawat Hercules yang berfungsi sebagai tanker dan menewaskan delapan orang prajurit AS.

Kegagalan operasi ini kemudian membuat Panglima Angkatan Bersenjata AS memerintahkan adanya investigasi menyeluruh. Hasilanya, tim invetigas menemukan 23 masalah signifikan yang dianggap sebagai penyebab kegagalan misi itu.

Akibat kegagalan misi ini, ke-52 warga AS yang masih menjadi sandera harus mendekam di Iran selama 270 hari lagi.

Setelah kegagalan misi AS itu, pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Khomeini menyebut hal tersebut adalah campur tangan Tuhan.

Hal ini kemudian melejitkan nama Khomeini dan menurunkan popularitas Carter. Bahkan, gagalnya operasi penyelamatan sandera menyebabkan peluang Carter untuk memperebutkan masa jabatan kedua tertutup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terungkap, Ada Mata-mata Rusia Bekerja di Kedubes AS di Moskwa

Pembebasan sandera

Setelah misi, tak lama kemudian, AS menerima bantuan dari pemerintah Aljazair. Sebuah negosiasi akhirnya digelar untuk membahas hal tersebut.

Kemudian Pada 21 Januari 1981, hanya beberapa jam setelah Ronald Reagan menyampaikan pidatonya, para sandera yang tersisa dibebaskan setelah ditahan selama 444 hari.

Pembebasan ini dilakukan menyusul pencairan aset Iran yang dibekukan. Adapun nominal aset tersebut sebesar 8 juta dollar AS.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X