Hari Ini dalam Sejarah: Pengepungan Kedubes AS di Iran Selama 444 Hari

Kompas.com - 04/11/2019, 05:33 WIB
Ribuan mahasiswa Iran mengepung dan menduduki Kedubes AS di Teheran pada November 1979 dan menyandera 52 warga AS selama 444 hari hingga Januari 1981. WikipediaRibuan mahasiswa Iran mengepung dan menduduki Kedubes AS di Teheran pada November 1979 dan menyandera 52 warga AS selama 444 hari hingga Januari 1981.

KOMPAS.com - Pada hari ini, 40 tahun lalu, mahasiswa Iran mengepung dan menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran. Akibat pengepungan yang terjadi pada tanggal 4 November 1979 tersebut, puluhan orang warga AS disandera selama 444 hari.

Kerusuhan di Iran

Salah satu peristiwa penting yang mengubah wajah Iran, yaitu Revolusi Islam yang berlangsung pada tahun 1979. Persitiwa ini meninggalkan beragam kisah, salah satunya adalah tergulingnya Shah atau Raja Iran, Mohammad Reza Pahlavi.

Pada dekade 1970-an, banyak masyarakat Iran yang sudah muak dengan kepemimpinan Shah.
Meski selama kepemimpinannya, Iran menuai berbagai kemajuan, namun kalangan oposisi menilai pemerintahan Pahlavi korup.

Mereka menuduh, pembagian hasil minyak tak merata dan banyak penekanan terhadap lawan politik.

Baca juga: Kelompok Misterius Tembaki Kantor Kedubes AS di Turki

Bukan itu saja, kalangan religius di negeri itu juga menilai upaya westernisasi Pahlavi bertentangan dengan ajaran agama.

Sebagai protes, mereka beralih ke sosok Ruhollah Khomeini, seorang ulama yang memimpin gerakan revolusioner Islam di negeri itu.

Puncaknya yakni pada September 1978, sebuah peristiwa yang disebut Black Friday berlangsung. Kala itu, ribuan orang berkumpul di Lapangan Jaleh dan menuntut Ayatollah Khomeini kembali ke Iran.

Namun, aksi demonstrasi ini menuai murka masyarakat ketika pasukan kerajaan yang tak terlatih melepaskan tembakan dan membunuh 89 orang. Bahkan insiden itu menimbulkan gelombang aksi unjuk rasa yang lebih besar.

Hingga akhirnya, pada Juli 1979, kaum revolusioner memaksa Shah untuk membubarkan pemerintahannya. Upaya tersebut berhasil dan membuat Shah Iran harus melarikan diri ke Mesir.

Pengepungan kedutaan AS

Dalam upayanya melarikan diri dari Tanah Airnya, Reza Pahlavi menderita sakit kaner limfatik. Pada waktu itu, Presiden AS, Jimmy Carter, mengizinkan Pahlavi untuk mengunjungi negaranya guna melakukan pegobatan.

Sontak kabar ini menuai kontra di Iran. Hubungan Iran dan AS yang telah lama panas membuat para demonstran yang terdiri dari mahasiswa menyerbu kantor Kedutaan Besar AS di Teheran.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X