Kebiri Partisipasi Publik dalam Kebijakan Publik

Kompas.com - 03/11/2019, 18:37 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HANDININGIlustrasi

Yang lebih mengerikan lagi, saat lembaga pengadil tak mampu memberikan kepuasan, publik akan menempuh caranya sendiri karena frustasi dengan jalur penyampaian masukan yang tersumbat.

Andai semuanya terus terjadi, tak ada pilihan bagi publik kecuali memberikan tekanan melalui pengadilan jalanan.

Demonstrasi akhirnya menjadi jalan pintas agar pemerintah dan wakil rakyat mau mendengar aspirasi publik.

Sebuah pelajaran berharga sudah kita dapatkan. Aksi jalanan yang berujung anarkistis dan merenggut nyawa sesungguhnya tak perlu terjadi andai partisipasi publik dalam penyusunan regulasi tak dikebiri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X