Melihat Peluang Gibran di Pilkada Solo 2020...

Kompas.com - 02/11/2019, 05:49 WIB
Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka berjalan keluar seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Pertemuan tersebut membahas pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Solo. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp. Aprillio AkbarPutra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka berjalan keluar seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Pertemuan tersebut membahas pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Solo. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

KOMPAS.com - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, menyatakan keseriusannya untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo pada Pilkada Solo 2020 mendatang.

Selain sosok Gibran, Gerindra pun dikabarkan tengah mendekati cucu Presiden Soekarno, Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, atau yang biasa dikenal dengan nama Paundra di Pilkada Solo 2020.

Paundra digadang-gadang akan mendampingi Gibran dalam Pilkada Solo 2020 usai menunjukan dukungannya kepada putra Presiden Jokowi.

Melihat fenomena ini, pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret ( UNS) Surakarta Agus Riwanto menilai Gibran dan Paundra memang akan unggul dalam segi popularitas yang membuat keduanya berpeluang untuk meraih suara terbanyak.

Namun, ia berpendapat popularitas saja tak bisa menjamin sepenuhnya untuk menang dalam Pilkada.

"Kalau lihat survei di beberapa tempat, Gibran memang unggul dalam kontek popularitas tapi belum tentu dalam aspek aksestabilitas dan elektabilitas. Popularitas tidak menjamin seseorang akan diterima," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/11/2019).

Dilihat dari struktur masyarakat Solo, menurut Agus, Gibran dan Paundra masuk dalam kategori kelas elite yang akan menjaring perhatian publik yang luas.

Oleh karena itu, hadirnya dua sosok tersebut bisa saja dianggap sebagai sosok hiburan bukan hal yang luar biasa.

Dari konteks legacy, Agus juga menilai calon yang telah disodorkan PDIP saat ini, yaitu Achmad Purnomo, cenderung lebih unggul karena dia memiliki pengalaman empiris untuk menata kota Solo karena pernah menjabat sebagai wakil wali kota.

"Kalau dari aspek pemilih milenial, mungkin cara komunikasi Purnomo yang belum bisa diterima. Namun, bagi golongan yang masih menganut politik gaya lama, tentu lebih menerima Purnomo," katanya lagi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X