Hari Ini dalam Sejarah: Jasad Stalin Dipindahkan dari Makam Lenin

Kompas.com - 31/10/2019, 05:30 WIB
Para jurnalis menyaksikan saat patung diktator Uni Soviet Joseph Stalin setinggi 4,8 meter diangkat dengan menggunakan crane di Karl-Marx Allee, Berlin pada 23 Januari 2018.  Patung ini berdiri selama 15 menit sebelum dipindahkan setelah digunakan sebaga alat promosi sebuah eksebisi soal Stalin bertajuk Stalin, Sang Tuhan Merah. AFP/JOHN MACDOUGALLPara jurnalis menyaksikan saat patung diktator Uni Soviet Joseph Stalin setinggi 4,8 meter diangkat dengan menggunakan crane di Karl-Marx Allee, Berlin pada 23 Januari 2018. Patung ini berdiri selama 15 menit sebelum dipindahkan setelah digunakan sebaga alat promosi sebuah eksebisi soal Stalin bertajuk Stalin, Sang Tuhan Merah.

KOMPAS.com - Selama tujuh tahun, jasad dua pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin dan Vladimir Lenin ditempatkan dalam satu mausoleum. Namun setelah itu, tubuh Stalin dipindahkan ke makam terdekat, tepatnya pada 31 Oktober 1961.

Peran Stalin

Stalin terlahir dengan nama Iosep Dzhugashvili di kota Gori, Georgia pada 18 Desember 1878. Sebelum menduduki kursi pimpinan di Uni Soviet, ia bekerja sama dengan Lenin untuk mengkudeta pemerintahan kelas menengah yang mendukung kekuasaan Tsar Rusia.

Setelah itu, Stalin dengan cepat menapaki karier politik hingga menjadi Sekretaris Jenderal. Jabatan inilah yang memberikannya jalan mulus untuk menguasai Partai Komunis dan memimpin Soviet.

Melansir laman History, ketika Lenin meninggal pada tahun 1924, pemimpin revolusi Bolshevik Rusia itu dibalsem dan ditempatkan dalam sebuah mausoleum khusus di depan tembok Kremlin. Bahkan jasad Lenin ditampilkan dalam sebuah kotak kaca yang dapat dilihat oleh semua orang.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Joseph Stalin Meninggal Dunia

Sepeninggal Lenin, negeri itu diperintah oleh Stalin selama tiga dekade. Stalin memerintah Uni Soviet dengan tangan besi. Jutaan orang mati dieksekusi mati karena dianggap menghalangi rencana politik dan ekonominya.

Di masa pemerintahannya, Stalin juga melakukan pembersihan lawan-lawan politiknya. Ia membuang mereka ke kamp-kamp kerja paksa atau Gulag dan menekan semua jenis perbedaan pendapat. Bukan itu saja, ia juga menyingkirkan segala pengaruh Barat.

Namun, Stalin juga merupakan sosok yang berhasil memimpin negaranya keluar dari penjajahan Jerman selama Perang Dunia II.

Hingga saat ini, Stalin dikenal sebagai tokoh yang membebaskan Uni Soviet dari penjajahan. Tetapi di sisi lain ia juga merupakan sosok yang merancang pembunuhan massal kepada 8-20 juta rakyatnya sendiri.

Pemindahan jasad Stalin

Pada 5 Februari 1953, Stalin meninggal dunia akibat serangan jantung. Ketika meninggalnya, jasad Stalin disemayamkan di makam Lenin.

Laman RTBH menyatakan, saat itu, Stalin mengenakan seragam generalissimo-nya yang didekorasi dengan kancing emas dan tanda pangkat dan pesanan negara terikat di dadanya.

Sementara Lenin masih mengenakan jas hitam sipil tanpa penghargaan maupun dekorasi.
Namun setelah beberapa tahun, Uni Soviet mengutuk apa yang telah dilakukan Stalin.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X