Mengenal Netflix, Perusahaan yang Pajaknya Dikejar Sri Mulyani

Kompas.com - 30/10/2019, 14:06 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menerima kue dari wartawan di hari ulang tahunnya, Jakarta, Senin (26/9l8/2019) Dokumen Biro KLI Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani saat menerima kue dari wartawan di hari ulang tahunnya, Jakarta, Senin (26/9l8/2019)

KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan masih mencari cara agar bisa mengejar pajak Netflix, perusahaan penyedia jasa video on demand. Pasalnya, perusahaan yang berpusat di Amerika Serikat tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup signifikan.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya secara serius bakal memantau aktivitas Netflix di Tanah Air meski hingga saat ini aturan mengenai perpajakan digital belum diundangkan.

Penarikan pajak untuk perusahaan-perusahaan over the top (OTT) tersebut menjadi masalah lantaran skema perpajakan umumnya mengategorikan wajib pajak sebagai BUT (Badan Usaha Tetap) atau permanent establishment.

Padahal, perusahaan digital telah mengeruk keuntungan yang begitu besar di Indonesia dengan masifnya pengguna jasa mereka. Sementara pemerintah belum mampu menarik pajak untuk perusahaan tersebut.

Lalu, apa itu Netflix?

Netflix merupakan layanan yang memungkinkan para pengguna untuk menonton tayangan kesukaan di mana pun, kapan pun, dan hampir melalui platform apa saja.

Bisa diibaratkan Netflix adalah toko penyewaan DVD yang menawarkan film digital di dunia maya.

Selain itu, Netflix juga dapat disamakan dengan layanan video berbayar di YouTube.

Lalu, Netflix juga mirip dengan televisi berbayar (cable tv), yang membedakan adalah Netflix bebas dari iklan.

Dengan begitu, penonton tak perlu menunggu jadwal penayangan serial televisi, serta dapat menentukan sendiri konten yang ingin dinikmati.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X