Jalan Panjang Warga Sukoharjo Tuntut Bau Menyengat Pabrik Rayon PT RUM

Kompas.com - 28/10/2019, 21:00 WIB
 BERORASI--Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya berorasi memberikan penjelasan kepada ribuan pengunjuk rasa yang menuntut PT RUM ditutup permanen di halaman Pemkab Sukoharjo, Kamis (22/2/2018). KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi BERORASI--Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya berorasi memberikan penjelasan kepada ribuan pengunjuk rasa yang menuntut PT RUM ditutup permanen di halaman Pemkab Sukoharjo, Kamis (22/2/2018).

Namun saat itu, Pramono menyampaikan, mesin yang tersumbat telah dibersihkan dan produksi normal lagi.

Sempat Ada Kesepakatan

Pada 19 Januari 2018, dilaporkan Harian Kompas (20/01/2018) terjadi kesepakatan antara warga desa terdampak dengan manajemen PT RUM.

Kala itu, warga memberi tenggat satu bulan untuk menghilangkan bau menyengat limbah atau bila tidak maka produksi harus dihentikan sementara.

Hal tersebut dilakukan setelah sekitar 2.000 warga berdemo di depan Gedung DPRD Sukoharjo.

Pada Kamis (22/02/2018) Warga kembali berunjuk rasa dengan mendatangi kantor Pemerintah Sukoharjo guna menagih janji Bupati Sukoharjo untuk menutup PT RUM.

Dilaporkan Kompas.com (22/02/2018) saat itu demo berlangsung ricuh, hingga pengunjuk rasa melempari Bupati dengan botol air mineral dan kardus makanan.

Usai demo tersebut, polisi mengamankan satu mahasiswa dan dua warga atas tuduhan merusak fasilitas dan sarana PT Rum pada Jumat (23/02/2018).

Melansir dari Tribunnews pada Selasa (27/11/2018) unjuk rasa kembali bergolak. Aksi dilakukan ribuan warga tak hanya dari kecamatan Nguter dan Sukoharjo, tapi juga sejumlah masa juga diduga berasal dari Karanganyar dan Wonogiri.

Saat itu aksi yang terjadi merupakan aksi damai. Warga saat itu memprotes PT RUM yang masih menimbulkan bau, padahal sejak Februari 2018 sudah ada sanksi yang dikeluarkan Bupati Sukoharjo agar operasi pabrik tersebut menghentikan proses produksinya selama 18 bulan.

Baca juga: Protes Bau Limbah PT RUM Sukoharjo, Tidur di Depan Rumdin Bupati hingga Desak Izin Dicabut

Bau yang masih tercium

Bau menyengat kembali tercium, yang mengakibatkan warga menginap di rumah Bupati Sukoharjo pada Jumat (25/10/2019).

"Ini sebagai bentuk tindakan warga karena mereka di rumah sudah tidak lagi dapat menghirup udara segar," kata Humas Sukoharjo Melawan Racun (Samar) Panji dikonfirmasi Kompas.com, Senin (28/10/2019).

Menurut Panji, sejak SK Bupati tentang penghentian produksi PT RUM berakhir Agustus 2019, bau limbah PT RUM masih dirasakan warga.

"Selama ini belum ada respons. Padahal SK-nya pemberhentian sementara produksi sudah berakhir Agustus 2019. Warga inginnya seperti itu (ditingkatkan sanksinya)," tandasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akankah Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah bila New Normal Diterapkan?

Akankah Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah bila New Normal Diterapkan?

Tren
Ini Cara Lapor Meter Air Mandiri PDAM Tirta Banteng Tangerang

Ini Cara Lapor Meter Air Mandiri PDAM Tirta Banteng Tangerang

Tren
Bagaimana Cara Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19? Berikut Penjelasannya...

Bagaimana Cara Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19? Berikut Penjelasannya...

Tren
Sukses Kendalikan Virus Corona, Thailand Mulai Kembali Buka Pariwisata

Sukses Kendalikan Virus Corona, Thailand Mulai Kembali Buka Pariwisata

Tren
Diminta Contoh Australia, seperti Apa Penerapan New Normal Pendidikan di Sana?

Diminta Contoh Australia, seperti Apa Penerapan New Normal Pendidikan di Sana?

Tren
Hari Ini Terakhir, Berikut Cara Klaim Token Subsidi Listrik PLN Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Hari Ini Terakhir, Berikut Cara Klaim Token Subsidi Listrik PLN Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Tren
Melihat Kasus Virus Corona di Indonesia dan Pentingnya Data Pasien Covid-19...

Melihat Kasus Virus Corona di Indonesia dan Pentingnya Data Pasien Covid-19...

Tren
Panduan New Normal Naik Kereta Api dari KAI, Wajib Pakai Masker dan Face Shield

Panduan New Normal Naik Kereta Api dari KAI, Wajib Pakai Masker dan Face Shield

Tren
Sempat Dibuka, Ratusan Sekolah di Korea Selatan Kembali Ditutup, Ini Penyebabnya...

Sempat Dibuka, Ratusan Sekolah di Korea Selatan Kembali Ditutup, Ini Penyebabnya...

Tren
3 Upaya Pengembangan Vaksin Virus Corona di Indonesia

3 Upaya Pengembangan Vaksin Virus Corona di Indonesia

Tren
Viral #Boikot TVRI, Twit Iman Brotoseno, dan Rekam Jejak Digital...

Viral #Boikot TVRI, Twit Iman Brotoseno, dan Rekam Jejak Digital...

Tren
Viral, Video Sapi Masuk ke Toko Handphone di Kudus, Pemiliknya Masih Tanda Tanya

Viral, Video Sapi Masuk ke Toko Handphone di Kudus, Pemiliknya Masih Tanda Tanya

Tren
Menilik Kecintaan Warga Indonesia terhadap Drama Korea...

Menilik Kecintaan Warga Indonesia terhadap Drama Korea...

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Penanganan Covid-19 di Indonesia, Bukan Herd Immunity

[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Penanganan Covid-19 di Indonesia, Bukan Herd Immunity

Tren
Viral, Foto Dokter Kenakan APD Superhero, Ini Ceritanya...

Viral, Foto Dokter Kenakan APD Superhero, Ini Ceritanya...

Tren
komentar
Close Ads X