Penunjukan 12 Wamen Dinilai Kontradiktif dengan Keinginan Jokowi Sederhanakan Birokrasi

Kompas.com - 26/10/2019, 15:27 WIB
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (keempat kanan) berfoto bersama calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (keempat kanan) berfoto bersama calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju.

KOMPAS.com - Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, penunjukan 12 wakil menteri bukan hal yang tepat.

Menurut dia, penunjukan 12 wakil menteri justru membuat Kabinet Indonesia Maju semakin "gemuk" dan kontradiktif dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk menyederhanakan birokrasi.

Hal itu dikatakan Syamsuddin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/10/2019).

"Menggemukkan kabinet jelas bukan pilihan yg tepat bagi Presiden karena belum tentu menjanjikan efektivitas," ujar Syamsuddin.

Ia menanggapi pelantikan 12 wakil menteri yang dilakukan Presiden Jokowi pada Jumat kemarin.

Baca juga: Deretan Wakil Menteri Jokowi yang Menjadi Sorotan, Siapa Saja?

Syamsuddin mengatakan, keputusan Jokowi ini bertolak belakang dengan wacana pemangkasan birokrasi yang disampaikannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apalagi kontradiktif dengan upaya pemangkasan eselon di birokrasi. Jadi ini tidak konsisten," jelas dia.

Ia menyebutkan, para wakil menteri bertugas membantu menteri. Padahal, kata Syamsuddin, sudah banyak jajaran eselon 1 yang membantu menteri, mulai dari sekretaris jenderal, para direktur jenderal, dan irjen.

"Jadi kontradiktif dengan obsesi Presiden menyederhanakan birokrasi," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Peneliti Departemen Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes.

Baca juga: Seberapa Penting Peran Wakil Menteri?

Arya mengatakan, penunjukan para wakil menteri tak sejalan dengan pernyataan Presiden yang ingin membenahi birokrasi, merampingkan birokrasi, sehingga dapat bekerja dengan cepat.

"Bila struktur kabinet yang akomodatif seperti ini ya susah juga diprediksi bagaimana kinerja pemerintah untuk membenahi birokrasi," ujar Arya.

Seperti diberitakan, 12 wakil menteri yang telah dilantik Jokowi ada di 11 kementerian. Mereka adalah:

  • Wakil Menteri Luar Negeri: Mahendra Siregar
  • Wakil Menteri Dalam Negeri: Jerry Sambuaga
  • Wakil Menteri Keuangan: Suahasil Nazara
  • Wakil Menteri PUPR: John Wempi Wetipo
  • Wakil Menteri Desa PDTT: Budi Arie Setiadi
  • Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Alue Dohong
  • Wakil Menteri ATR/BPN: Surya Tjandra
  • Wakil Menteri BUM: Kartika Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin
  • Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Angela Tanoesoedibjo
  • Wakil Menteri Agama: Zainut Tauhid
  • Wakil Menteri Pertahanan: Wahyu Sakti Trenggono

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X