[HOAKS] Minum Air Es Saat Cuaca Panas Bikin Pecah Pembuluh Darah

Kompas.com - 26/10/2019, 07:42 WIB
Beredar pesan yang berisi pecahnya pembuluh darah mikro akibat meminum air es secara langsung ketika cuaca panas. Facebook: HSBeredar pesan yang berisi pecahnya pembuluh darah mikro akibat meminum air es secara langsung ketika cuaca panas.
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah pesan yang menyebutkan meminum air es saat cuaca panas akan menimbulkan pecahnya pembuluh darah mikro beredar di media sosial dan pesan percakapan.

Adapun pesan tersebut banyak tersebar di media sosial dan aplikasi WhatsApp pada Rabu (23/10/2019).

Penyebaran pesan tersebut bersamaan dengan kondisi cuaca panas di sejumlah wilayah Indonesia sejak pekan lalu.

Atas beredarnya pesan itu, salah satu dokter spesialis penyakit dalam, Dr Ari Fahrial Syam, mengonfirmasi bahwa informasi dalam pesan itu tidak benar.

Narasi yang beredar

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, pesan tersebut menyebutkan bahwa tidak hanya Indonesia yang merasakan suhu panas, melainkan Malaysia, dan beberapa negara lain juga turut mengalami gelombang panas.

Dijelaskan pula mengenai akibat yang dapat terjadi jika saat cuaca panas kita langsung meminum minuman es, yakni pecahnya pembuluh darah mikro.

Beredar pesan yang berisi pecahnya pembuluh darah mikro akibat meminum air es secara langsung ketika cuaca panas.Facebook: HS Beredar pesan yang berisi pecahnya pembuluh darah mikro akibat meminum air es secara langsung ketika cuaca panas.
Pesan itu juga menyematkan 3 tips yang harus dilakukan dan dihindari untuk menyelamatkan nyawa di saat cuaca panas seperti yang dirasakan saat ini.

Berikut bunyi pesan yang beredar tersebut:

"Indonesia, Malaysia dan bbrp negara lain. Saat ini sedang mengalami gelombang panas.

Apa tips yang harus dilakukan dan dihindari simak ya.

Harap perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Seorang teman dokter datang ke saya mengatakan, cuaca sangat panas. Di siang hari, bisa mencapai 40C.

Katanya:
Pada 40 derajat, jangan Anda langsung minum air es! Pembuluh darah mikro bisa meledak. Seorang temannya, dari terkena terik matahari masuk ke rumah, mencuci kaki dengan air dingin. Pandangan mata jadi kabur, dia pun pingsan.

2. Suhu di beberapa tempat telah mencapai 38C atau lebih.
Dalam kondisi ini, jaga suhu tubuh agar lebih tinggi.
Bahaya ini tak ahnya dari minum air es/dingin. Bahaya ini dapat terjadi bahkan sekadar mencuci tangan/muka/kaki.
Anda tidak boleh menyiram/menyeka bagian tubuh yang panas terkena sengatan terik, dengan air dingin.
Anda membutuhkan sekitar 30 menit untuk membuat tubuh menjadi dingin sesuai suhu dalam ruangan.
Minumlah air hangat suam, 34-36 Celsius.

3. Seorang dokter di rumah sakit, memeriksa seorang pria yang sangat sehat. Tiga tahun kemudian, dokter tersebut bertemu pria itu lagi dalam kondisi stroke.
Pria itu pun bercerita:

Beberapa waktu lalu, hari amat panas. Setelah kembali ke rumah, agar cepat dingin, saya segera mandi air dingin. Lalu, saya tidak dapat menggerakkan rahang dengan benar. Segera saya panggil ambulanas untuk membawaku ke rumah sakit..

Ingat, terutama di hari yang panas, hindari air dingin karena akan menyebabkan kontraksi pembuluh darah yang cepat.

Yang di rumah ada anak kecil, harus memberi tahu pembantu dan seisi rumah tentang hal ini.

Akhir-akhir ini cuaca panas di atas normal.
Walau mungkin kita rasa nyaman bila minum dingin..namun, itu sangat berbahaya!

Hindari meneguk langsung minuman. Minumlah sedikit-demi sedikit, dengan perlahan.

Tebarkan pesan ini ke keluarga-kerabat sekitar. Ini bisa menyelamatkan nyawa!"

Konfirmasi Kompas.com

Mengonfirmasi atas beredarnya informasi tersebut, dokter spesialis penyakit dalam, Dr Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH, MMB mengungkapkan, informasi mengenai pecahnya pembuluh darah akibat langsung minum air es adalah tidak benar.

Ia menjelaskan, gangguan kesehatan yang umum terjadi dengan perbedaan suhu dan kelembapan udara adalah dehidrasi.

"Jika dehidrasi terus berlanjut disertai terpapar panas yang terus menerus, maka akan berlanjut menjadi heat stroke, suatu gangguan kesehatan yang bisa berakibat kematian," ujar Ari seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (23/10/2019).

Adapun gejala awal seseorang terkena heat stroke, di antaranya mengalami keram otot, sakit kepala, rasa haus yang sangat, lelah tidak bersemangat, keringat berlebih, serta air seni yang berwarna keruh dan kuning.

"Gejala dan tanda awal ini harus dikenali oleh masyarakat dalam mengantisipasi cuaca panas saat ini di Indonesia," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Ia menjelaskan, heat stroke merupakan faktor penyebab utama seseorang meninggal saat terpapar dengan suhu panas tinggi dalam rentan waktu yang cukup lama.

Orang tua atau lanjut usia dan orang dengan riwayat penyakit kronis, seperti kencing manis, jantung, dan paru menjadi yang paling berisiko mengidap penyakit ini.

Selengkapnya, baca juga: Hoaks Cuaca Panas Bikin Pembuluh Darah Mikro Meledak

(Sumber: Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X