Pesan Perpisahan Para Menteri Kabinet Kerja...

Kompas.com - 21/10/2019, 10:45 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla (kedua kanan) berfoto bersama sejumlah menteri sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerjasama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla (kedua kanan) berfoto bersama sejumlah menteri sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerjasama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla resmi berakhir kemarin, Minggu (20/10/2019), begitu pula dengan Kabinet Kerja Jilid I.

Sebelum peemerintahan resmi berakhir, para menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja saling mengucapkan salam perpisahan.

Bahkan, beberapa di antaranya banyak meninggalkan pesan-pesan terutama bagi para pegawai yang mereka tinggalkan.

Apa saja pesan perpisahan para menteri yang sudah mendampingi Jokowi dalam 5 tahun terakhir?

Menteri Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta semua kebijakan saat dia menjabat tetap diteruskan oleh pemerintahan selanjutnya.

"Semuanya. Semua kebijakan kami. Karena kebijakan yang kami lakukan itu sudah bagus," ujar Susi, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Menanti Kabinet Baru Jokowi, Mengingat Pengumuman Kabinet Kerja 2014

Salah satu kebijakannya adalah soal penenggelaman kapal yang melakukan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di perairan Indonesia.

Susi mengatakan, penenggelaman kapal lebih efektif dibanding melelang kapal usai ditangkap.

Susi menganggap, jika kapal tersebut dilelang maka dapat dibeli oleh mafia yang sama.

Akibatnya, kapal hasil pelelangan tersebut bisa digunakan kembali untuk melakukan penangkapan ikan ilegal.

Untuk itu, dia menegaskan, kapal-kapal yang telah ditenggelamkan tersebut bisa dijadikan contoh dan monumen pengingat bagi para pelaku illegal fishing.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X