Mengenal Toksoplasma, Gejala, dan Pencegahannya

Kompas.com - 19/10/2019, 15:12 WIB
Ilustrasi toksoplasma ShutterstockIlustrasi toksoplasma

KOMPAS.com - Vokalis Band Kotak Tantri Syalindri Ichlasari mengaku pernah mengidap toksoplasma di atas kehamilannya.

Kini, kondisinya sudah sehat dan tak terpengaruh toksoplasma.

Apa itu toksolasma?

Melansir Healthline, toksoplasma adalah sebuah infeksi yang disebabkan oleh parasit. Parasit ini bernama Toxoplasma Gondii.

Parasit tersebut dapat ditemukan pada daging yang belum dimasak dengan matang, terutama pada daging rusa, daging kambing, dan daging babi.

Toksoplasma dapat disebarkan melalui air yang terkontaminasi.

Penyakit ini dapat mematikan atau menyebabkan kecacatan pada kelahiran bagi bayi jika ibu terinfeksi.

Penyakit ini dapat menjadi masalah serius pada orang-orang dengan sistem imun lemah dan pada bayi yang tertular melalui ibunya.

Gejala

Melansir laman resmi dari American Academy of Ophthalmology, kebanyakan orang-orang sehat dengan toksoplasma tidak tahu bahwa mereka terinfeksi dan tidak memperoleh gejala apa pun.

Gejala-gejala dari toksoplasma mirip dengan flu, termasuk hal-hal berikut:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Demam
  • Pegal linu
  • Kelelahan
  • Sakit kepala

Gejala-gejala tersebut dapat bertahan dalam beberapa minggu atau bulan dan akan hilang dengan sendirinya.

Sementara itu, bagi bayi yang belum lahir, toksoplasma dapat menyebabkan keguguran.

Bayi yang dikandung seringkali terlahir dengan kondisi berikut:

  • Memiliki berat badan rendah
  • Memiliki limpa atau hati yang besar
  • Mengalami penyakit kuning
  • Mengalami toksoplasma okuler

Beberapa bayi dapat terlahir tanpa adanya gejala-gejala toksoplasma tetapi masih membawa infeksi.

Beberapa di antaranya akan berkembang pada waktu-waktu selanjutnya dan mengakibatkan hal-hal berikut:

  • Disabilitas dalam belajar
  • Kehilangan pendengaran
  • Infeksi mata dan kebutaan

Perawatan

Bagi ibu hamil dengan toksoplasma, pengonsumsian beberapa obat dapat digunakan untuk menghentikan penyebaran penyakit dari ibu ke anak dalam kandungan.

Jika anak tertular toksoplasma selama kehamilan, antibiotik dapat digunakan untuk mengontrol penyakit.

Bagi bayi yang lahir dengan toksoplasma, dapat digunakan kombinasi obat termasuk obat anti parasit dan asam folinat.

Sementara itu, bagi yang tidak menderita toksoplasma, obat dapat membantu mencegah penyebarannya.

Adapun, bagi yang menderita toksoplasma, pengonsumsian obat dapat mengontrol gejala-gejala yang ditimbulkan.

Efek samping dari penggunaan obat dapat menjadi lebih parah pada pasien dengan sistem imun lemah.

Umumnya, toksoplasma yang menyerang mata (toksoplasma okuler) lebih baik ditangani opthalmologis untuk merawat inflamasi yang terjadi pada retina.

Melansir dari aao.org, tidak ada penyembuhan untuk toksoplasma.

Sekali seseorang terserang, obat yang dikonsumsi hanya dapat mengontrol gejala tetapi tidak menghilangkan parasit dari tubuh.

Oleh karena itu, penting untuk meminimalisasi risiko terkena toksoplasma dengan upaya pencegahan berikut:

  • Tidak memakan daging mentah atau daging yang tidak dimasak dengan baik
  • Memakai sarung tangan dan mencuci tangan setelah bekerja di kebun atau memegang tanah
  • Mencuci talenan, pisau, dan tangan setelah memotong atau memegang daging mentah
  • Mencuci buah-buahan dan sayur-sayuran sebelum makan
  • Tidak memakan atau meminum produk-produk peternakan mentah atau tidak dipasteurisasi
  • Jika memiliki kucing, bersihkan kotak sampahnya setiap hari dan menjauhkan anak-anak serta ibu hamil darinya
  • Jika sedang hamil, berencana hamil, atau memiliki sistem imun rendah, lakukan tes darah untuk toksoplasma. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dokter dapat membantu upaya pencegahan ataupun perawatan dari toksoplasma tersebut. 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X