Hajatan Warga di Sragen Diboikot karena Pilkades, Apa yang Terjadi?

Kompas.com - 18/10/2019, 18:05 WIB
Suhartini dan anak pertamanya, Siti di rumahnya RT 013 Desa Jetak, Kelurahan Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANISuhartini dan anak pertamanya, Siti di rumahnya RT 013 Desa Jetak, Kelurahan Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019).

KOMPAS.com - Hajatan seorang warga di Sragen, Jawa Tengah diboikot oleh warga lingkungannya baru-baru ini.

Diduga boikot tersebut dampak dari adanya perbedaan pilihan sewaktu Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar pada September silam.

 

Acara hajatan yang digelar oleh ibu bernama Suhartini (50) itu pun dilarang didatangi oleh warga sekitarnya.

Bahkan karena tak ada warga yang mau datang untuk membantu, panitia terpaksa harus berjibaku mencari bantuan pemuda di lain dukuh untuk membantu menjadi penyaji tamu undangan pernikahan anaknya tersebut.

Menanggapi hal itu, sosiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto menyatakan, fenomena seperti itu telah terjadi di banyak daerah dan terjadi karena beberapa hal.

Selain faktor perbedaan ideologi dan pandangan politik, faktor agama turut memperuncing persoalan di masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kasus sunni dan syiah di Sampang, itu kan juga kasusnya sama, bahkan lebih parah, sampai diusir," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya ada banyak variabel yang dapat menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

Hal tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah karena tidak adanya komunikasi dalam menyikapi perbedaan.

"Ini memang kelihatannya segregasi dan intoleransi pengkotak-kotakan di masyarakat memang makin meruncing," kata dia.

Baca juga: Kok Masyarakat Kepo Gaji Anggota DPR di Indonesia?

Sosiolog Universitas Airlangga, Bagong Suyanto.DOK PRIBADI/BAGONG SUYANTO Sosiolog Universitas Airlangga, Bagong Suyanto.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.