Hoaks, Sinyal Internet Dihentikan hingga Rekam Seluruh Aktivitas Ponsel

Kompas.com - 15/10/2019, 05:30 WIB
Tangkapan layar informasi seputar sinyal internet dihentikan. WhatsAppTangkapan layar informasi seputar sinyal internet dihentikan.

KOMPAS.com - Informasi seputar sinyal internet dihentikan di seluruh Indonesia dan adanya pemasangan alat perekam untuk semua media sosial juga aplikasi pesan merebak luas.

Pesan yang diedarkan salah satunya lewat pesan berantai WhatsApp tersebut menyebutkan jika seluruh aktifitas menggunakan gadget dipantau secara menyeluruh.

Dalam kabar ini juga mengimbau agar seseorang berhati-hati dalam membahas sesuatu, terlebih yang menyinggung politik dan pemerintahan.

Baca juga: Palapa Ring Resmi, Internet Indonesia Tambah Seberapa Cepat?

Berikut bunyi lengkap pesannya:

Mohon ijin sekedar info, menginformasikan bahwa sinyal internet untuk di berhentikan di seluruh Indonesia mulai pukul 18 00 sampai pukul 20 00.

Just info buat kawan" ku semua.

Semua WA EROR karena ada pemasangan CC REKAM WA , FB , IG , TWITTER , LINE yaa berbasis SOSMED .
Jadi harap berhati" dalam berucap dan berketik di SOSMED..

Semua aktifitas HP dll....terpantau 100%
Mulai besok sudah berlaku :*
Semua panggilan dicatat.
Semua rekaman panggilan telepon tersimpan.
WhatsApp dipantau,
Twitter dipantau,
Facebook dipantau,
Semua....media sosial..... dan forum dimonitor,
Informasikan kepada mereka yang tidak tahu.
Perangkat Anda terhubung ke sistem pelayanan.
Berhati-hatilah mengirimkan pesan yg tidak perlu.
Beritahu anak-anak Anda, Kerabat dan teman tentang berita ini
Jangan teruskan tulisan atau video dll, bila Anda menerima postingan mengenai situasi politik/masalah Pemerintahan sekarang / PM, dll
Pihak berwajib telah mengeluarkan pemberitahuan yang disebut .. Kejahatan Cargo ... dan tindakan akan dilakukan, bila perlu hapus saja postingan yang masuk kalau akan merugikan anda.
Menulis atau meneruskan pesan apapun pada setiap perdebatan politik dan agama sekarang merupakan pelanggaran ... penangkapan tanpa surat perintah ...
Informasikan berita ini kepada orang lain agar selalu waspada.
Ini sangat serius, perlu diketahui semua kelompok dan anggota /individu.
Bila anda sebagai Admin Group bisa dalam masalah besar.
Beritahu semua orang tentang ini untuk berhati-hati.
Tolong bagikan; Ini sangat berguna untuk Admin group, mohon berhati-hati....
kasih tau yg lainya..????????????????????

Tanggapan Kominfo

Pelaksana Tugas Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Menurut Ferdinand, pesan tersebut sudah lama dan kembali diedarkan.

“Ini hoaks lama sudah sejak 2 tahun lalu,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Jokowi: Internet Cepat Palapa Ring Jangan Dipakai untuk Sebar Hoaks

Ferdinand mengimbau masyarakat untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan kabar tersebut.

“Mohon warganet tidak ikut meneruskan agar tidak membuat panik,” ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X