Mengapa Manusia Cenderung Lebih Lama Meratapi Kesedihan?

Kompas.com - 14/10/2019, 09:05 WIB
Ilustrasi pria sedih eugenesergeevIlustrasi pria sedih

"Jadi sebenarnya cerita kita itu yang membuat adalah persepsi kita masing-masing," lanjutnya.

Baca juga: Apakah Seekor Anjing Bisa Menangis karena Emosi?

Emosi seseorang

Menurut Ela, persepsi akan mempengaruhi emosi seseorang dalam menghadapi sebuah masalah.

Masalah akan menjadi cerita lain ketika seseorang mempersepsikannya dengan hal lain.

Menurut Ela, jika seseorang bisa menyalurkan dan meregulasikan emosinya dengan baik, maka pengalaman itu akan membuatnya mencapai titik balik.

"Di mana ia bisa mengambil sisi positif dari apa yang dialaminya bisa menjadikannya seperti energi yang membuat ia lebih maju," kata Ela.

"Bukan berarti sedih itu tidak diterima. Kalau Anda menolak kesedihan, menurut saya itu malah bencana," kata sambungnya.

Ela menyebutkan bahwa menolak kesedihan atau ketakutan justru akan membuat seseorang sulit keluar dari perasaan itu.

Sebab, ia akan berubah ketika mengakui kesedihannya.

"Kalau tidak mengakui, kita tidak akan sampai ke ujung masalah. Misalnya Anda sedih tapi bilang happy," tutur Ela.

"Itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah Anda, karena mengakui saja itu tidak, bagaiamana bisa menyelesaikannya," tutupnya.

Baca juga: Konflik Wamena, Peneliti LIPI Imbau Pemerintah Fokus pada Akar Masalah

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X