Hati-hati, Ini Ciri Bedakan Ikan Segar dan Berformalin

Kompas.com - 13/10/2019, 16:26 WIB
Ilustrasi hidangan seafood. ShutterstockIlustrasi hidangan seafood.

KOMPAS.com - Mengonsumsi ikan memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Selain kaya akan kandungan proteinnya, ikan juga menyimpan banyak kandungan lain yang dibutuhkan bagi tubuh kita.

Ikan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi protein tubuh, selain makan daging dan ayam yang harganya lebih mahal.

Namun, maraknya kecurangan yang dilakukan oleh oknum pedagang demi mengeruk keuntungan semata harus diwaspadai.

Para oknum ini kerapkali mencampur ikan yang mereka jual dengan formalin.

Agar lebih hati-hati, berikut ciri ikan segar dan berformalin dikutip dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia kkp.go.id:

Ciri Ikan Segar

Dari sisi matanya, ikan yang segar biasanya memiliki perbedaan mata yang mudah dikenali.

Ia bermata menonjol dengan pupil berwarna hitam mengkilat. Ikan segar juga memiliki selaput mata yang jernih.

Dari sisi insangnya, ikan segar cenderung berwarna merah cerah.

Permukaan ikan segar juga memiliki warna cemerlang (spesifik jenis) dan bertekstur elastis bila ditekan.

Terakhir, ikan yang segar akan lemas lunglai ketika dipegang.

Untuk dagingnya, ikan segar biasanya memiliki sayatan berwarna cerah dan sedikit warna kemerahan di sepanjang tulang belakang.

Selain itu, isi perut ikan segar juga masih utuh.

Baca juga: Terjawab Sudah, Ini Fakta Viral Daging Rendang yang Berisi Narkoba

Ciri Ikan Berformalin

Formalin merupakan salah satu bahan pengawet yang tidak boleh digunakan atau ditambahkan secara langsung dalam produk makanan maupun hasil perikanan.

Beberapa efek yang muncul setelah mengonsumsi makanan berformalin adalah sakit perut, mual dan muntah-muntah.

Bahkan jika dosisnya tinggi akan berakibat pada kematian.

Ikan yang mengandung formalin akan terlihat dari tampilan fisiknya.

Ikan berformalin memiliki bola mata dan pupil tenggelam, keruh, dan tampak lendir kuning tebal.

Di sisi insangnya, ikan berformalin cenderung berwarna pucat, kusam dan agak keputihan.

Warna pucat dan kusam juga terlihat pada permukaan kulit ikan berformalin. Tekstur kulit akan terasa keras dan pata bila ditekan dengan jari, serta mengeluarkan bau asam.

Dari sisi dagingnya, sayatan ikan berformalin tampak berwarna pucat kusam dan isi perut tidaklah utuh seperti ikan segar.

Baca juga: Mengenal Jenis dan Gangguan Kesehatan Mental

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X