Soal UU KPK, dari Fungsi Kontrol hingga Sebuah Keniscayaan

Kompas.com - 09/10/2019, 15:41 WIB
Ilustrasi KPK TOTO SIHONOIlustrasi KPK

KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan revisi Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 17 September silam.

Meskipun mendapat penolakan dari berbagai elemen, pengesahan UU KPK tersebut dinilai sangat mulus dan berjalan cukup singkat. Terlebih DPR baru saja mengesahkan revisi UU KPK sebagai inisiatif DPR pada 6 September 2019.

Publik pun menunggu langkah Jokowi dengan penerbitan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu). Perppu tersebut dinilai sejumlah pihak merupakan langkah terakhir yang bisa diambil oleh Jokowi untuk menyelamatkan UU KPK.

Sejumlah politisi pun angkat bicara soal revisi UU KPK yang dikabarkan untuk mengawasi lembaga Anti Rasuah tersebut.

Diberitakan Kompas.com, Senin (7/10/2019), Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menyebut, UU KPK perlu direvisi untuk mengontrol KPK.

Nasir mengungkapkan bahwa UU No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu direvisi guna mengontrol KPK.

Menurutnya, adanya pengontrolan ini agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan oleh pegawai KPK, menilik krusialnya wewenang yang dimiliki KPK.

"KPK itu harus diawasi, kalau enggak, itu abuse dia, abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan), attempt corrupt (berupaya korupsi). Itu kan jelas tuh. Makanya harus ada pengawasan," ujar Nasir setelah menghadiri diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

Selain itu, revisi UU KPK digadang-gadang akan mengatur mengenai mekanisme pengawasan terhadap KPK, di mana pembentukan dewan pengawas KPK masuk dalam draf revisi UU KPK.

Ia mengatakan bahwa dewan pengawas KPK akan bertindak sebagaimana mestinya Dewan Pers yang mengawasi media massa.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Balik Viralnya Jargon Dangdut, 'Tarik Sis, Semongko', seperti Apa Ceritanya?

Di Balik Viralnya Jargon Dangdut, "Tarik Sis, Semongko", seperti Apa Ceritanya?

Tren
Mengenang 11 Tahun Kepergian Meggy Z, seperti Apa Perjalanan Hidupnya?

Mengenang 11 Tahun Kepergian Meggy Z, seperti Apa Perjalanan Hidupnya?

Tren
Update Corona di Dunia 21 Oktober: 41 Juta Infeksi | Inggris Akan Menginfeksi Relawan dengan Virus Corona

Update Corona di Dunia 21 Oktober: 41 Juta Infeksi | Inggris Akan Menginfeksi Relawan dengan Virus Corona

Tren
Cara Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta hingga Cara Mengeceknya

Cara Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta hingga Cara Mengeceknya

Tren
Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Saran Epidemiolog untuk Cegah Lonjakan Corona

Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Saran Epidemiolog untuk Cegah Lonjakan Corona

Tren
[KLARIFIKASI] Video Susi Pudjiastuti Diklaim Pimpin Demo Tolak UU Cipta Kerja

[KLARIFIKASI] Video Susi Pudjiastuti Diklaim Pimpin Demo Tolak UU Cipta Kerja

Tren
Libur Panjang Akhir Oktober 2020, Epidemiolog: Ujian Berikutnya untuk Indonesia

Libur Panjang Akhir Oktober 2020, Epidemiolog: Ujian Berikutnya untuk Indonesia

Tren
5 Hal yang Perlu Diketahui soal Banpres Produktif atau BLT UMKM

5 Hal yang Perlu Diketahui soal Banpres Produktif atau BLT UMKM

Tren
4 Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait BLT UMKM

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait BLT UMKM

Tren
[POPULER TREN] Cara Cek Penerima BLT UMKM via eform.bri.co.id | Deretan Temua Baru Terkait Virus Corona

[POPULER TREN] Cara Cek Penerima BLT UMKM via eform.bri.co.id | Deretan Temua Baru Terkait Virus Corona

Tren
Singapura Hentikan Pendaftaran Pasien Uji Coba Obat Antibodi Covid-19

Singapura Hentikan Pendaftaran Pasien Uji Coba Obat Antibodi Covid-19

Tren
Hujan Meteor Orionids Bisa Disaksikan Malam Ini, Apa Istimewanya?

Hujan Meteor Orionids Bisa Disaksikan Malam Ini, Apa Istimewanya?

Tren
Pandemi Covid-19, Kekayaan Jack Ma Bertambah 1,5 Triliun Dollar AS

Pandemi Covid-19, Kekayaan Jack Ma Bertambah 1,5 Triliun Dollar AS

Tren
Selain Jokowi, Ini 6 Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri

Selain Jokowi, Ini 6 Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri

Tren
[KLARIFIKASI] Foto Sungai Penuh Sampah Diklaim di Jakarta, Faktanya di Filipina

[KLARIFIKASI] Foto Sungai Penuh Sampah Diklaim di Jakarta, Faktanya di Filipina

Tren
komentar
Close Ads X