Kompas.com - 03/10/2019, 16:11 WIB
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019) malam. KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAKetua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang siswa SMP di Manado meninggal dunia setelah dihukum lari keliling lapangan oleh gurunya.

Saat itu, siswa bernama Fanli Lahingide itu sudah mengaku lelah dan meminta istirahat, namun hukuman itu tetap harus dilakukannya.

CS, yang saat itu bertugas sebagai guru piket di SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Kota Manado, Sulawesi Utara, menghukum Fanli karena pelajar berusia 14 tahun tersebut datang terlambat ke sekolah dan tidak ikut apel.

Pada putaran kedua, Fanli jatuh pingsan hingga akhirnya meninggal dunia ketika dibawa ke RS Auri yang kemudian merujuknya ke RS Prof Kandou.

Peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama.

Baca juga: Siswa SMP Tewas setelah Dihukum Lari, Apa Kata KPAI?

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan, peristiwa ini mengingatkan seluruh pihak bahwa di lingkungan pendidikan, hukuman yang diberikan harus bersifat mendidik.

“Hukuman itu, sifatnya harus mendidik atau mengedukasi. Apalagi ini di lembaga pendidikan, maka sifatnya harus mendidik,” kata Seto, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/10/2019).

Kak Seto juga menyayangkan sikap guru CS yang tak mengizinkan Fanli untuk beristirahat saat mengaku kelelahan.

“Hukuman sebagai bagian dari mendidik, bukan harus begini, harus begini. Tapi anak ditanya, kamu sehat enggak? Kamu capek enggak? Pendidikan harus penuh persahabatan. Apalagi dia sudah mengeluh capek tapi dibiarkan, itu sama sekali tidak dibenarkan,” papar Kak Seto.

Menurut dia, para guru harus menerapkan suasana pendidikan yang penuh persahabatan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.