Hari Ini dalam Sejarah: Film "Pengkhianatan G30S/PKI" Tak Lagi Wajib Disiarkan

Kompas.com - 30/09/2019, 05:30 WIB
Salah satu adegan dalam film G30S/PKI. Bidik layar YoutubeSalah satu adegan dalam film G30S/PKI.

KOMPAS.com - Sejak tumbangnya era Orde Lama, hampir setiap tahun menjelang akhir September dan awal Oktober, pembahasan mengenai peristiwa yang mengubah arah sejarah di Indonesia selalu menyuguhkan tema serupa, yakni mengenai pengkhianatan dan penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pembahasan ini selalu menjadi topik hangat. Berbagai pro dan kontra selalu menghiasi diskusi dan perdebatan tentang hal ini.

Pada periode kepemimpinan Presiden Soharto, sebuah film legendaris berjudul Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI atau lazim dikenal dengan nama Pengkhianatan G30S/PKI wajib diputar di seluruh bioskop dan stasiun televisi Tanah Air.

Film produksi Perum Produksi Film Negara (PPFN) tahun 1984 ini disutradari dan ditulis oleh Arifin C Noer. Kala itu, ia menghabiskan waktu dua tahun untuk memproduksi film yang menghabiskan anggaran Rp 800 juta tersebut.

Baca juga: Partai Berkarya Gelar Nonton Bareng G30S/PKI

Setelah selesai, film berdurasi 3 jam itu lalu ditayangkan dan diputar secara terus menerus menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila selama 13 tahun.

Kemudian, peristiwa reformasi mengubah kembali arah sejarah Bangsa Indonesia. Selang empat bulan setelah setelah jatuhnya Soeharto, Departemen Penerangan memutuskan tidak lagi memutar film ini.

Arsip pemberitaan Harian Kompas 30 September 1998 menyebutkan, kala itu, Departemen Penerangan beralasan, film ini sudah terlalu sering ditayangkan.

"Karena terlalu sering diputar, filmnya juga sudah kabur," ucap Dirjen RTF Deppen Ishadi SK.

Salah satu degan  film Penghianatan G30S/PKI, penyerangan rumah jenderal oleh pasukan.Youtube/Pondok Pesantren Alkautsar Cipaku Cianjur. Salah satu degan film Penghianatan G30S/PKI, penyerangan rumah jenderal oleh pasukan.
Bahkan Menteri Penerangan Muhammad Yunus berpendapat, pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, Janur Kuning, dan Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi.

"Karena itu, tanggal 30 September mendatang TVRI dan TV swasta tidak akan menayangkan Lagi Film Pengkhianatan G30S/PKI," ujar Muhammad Yunus seperti dikutip dari Harian Kompas, 24 September 1998.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[HOAKS] Link Informasi dan Pendaftaran Bansos BLT UMKM Tahap II

[HOAKS] Link Informasi dan Pendaftaran Bansos BLT UMKM Tahap II

Tren
Trending MyTelkomsel Error, Berikut Penjelasan serta Cara Beli Pulsa dan Internet Telkomsel...

Trending MyTelkomsel Error, Berikut Penjelasan serta Cara Beli Pulsa dan Internet Telkomsel...

Tren
Ramai Tanda 'S.O.S' di Pulau Laki, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air, Apa Itu?

Ramai Tanda "S.O.S" di Pulau Laki, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air, Apa Itu?

Tren
Kisah Kristen Gray, dari Viral Ajakan ke Bali, hingga Dideportasi karena Twit soal LGBT

Kisah Kristen Gray, dari Viral Ajakan ke Bali, hingga Dideportasi karena Twit soal LGBT

Tren
[HOAKS] Seseorang di NTB Pingsan Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

[HOAKS] Seseorang di NTB Pingsan Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Tren
3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya, dari Klarifikasi hingga Pasang Iklan di Koran

3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya, dari Klarifikasi hingga Pasang Iklan di Koran

Tren
Catat, Ini Cara Menghitung Masa Berlaku Hasil Rapid Antigen dan PCR untuk Syarat Perjalanan Kereta

Catat, Ini Cara Menghitung Masa Berlaku Hasil Rapid Antigen dan PCR untuk Syarat Perjalanan Kereta

Tren
Berkaca dari Airlangga Hartarto, Bisakah Orang yang Belum Terinfeksi Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen?

Berkaca dari Airlangga Hartarto, Bisakah Orang yang Belum Terinfeksi Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen?

Tren
INFOGRAFIK: 6 Kesalahan yang Membuat AC Tidak Dingin

INFOGRAFIK: 6 Kesalahan yang Membuat AC Tidak Dingin

Tren
Menyelamatkan Alam dan Manusia dari Musibah

Menyelamatkan Alam dan Manusia dari Musibah

Tren
[HOAKS] Kebijakan Baru Facebook soal Privasi Penggunanya

[HOAKS] Kebijakan Baru Facebook soal Privasi Penggunanya

Tren
Kasus Kristen Gray dan Fenomena Deportasi Ribuan WNA sejak 1974...

Kasus Kristen Gray dan Fenomena Deportasi Ribuan WNA sejak 1974...

Tren
[HOAKS] Vaksin Sinovac di Indonesia Dipasangi Chip untuk Memantau Rakyat

[HOAKS] Vaksin Sinovac di Indonesia Dipasangi Chip untuk Memantau Rakyat

Tren
Kilas Balik Kasus Antam yang Dihukum Bayar Kerugian Rp 817,4 Miliar ke Warga Surabaya...

Kilas Balik Kasus Antam yang Dihukum Bayar Kerugian Rp 817,4 Miliar ke Warga Surabaya...

Tren
Update Corona di Dunia 20 Januari: 96 Juta Kasus | Program Vaksinasi Covid-19 di Palestina dengan Sputnik | 400.000 Kematian di AS

Update Corona di Dunia 20 Januari: 96 Juta Kasus | Program Vaksinasi Covid-19 di Palestina dengan Sputnik | 400.000 Kematian di AS

Tren
komentar
Close Ads X