Sinergi Pentahelix untuk Mewujudkan Kampus Bersih Narkoba

Kompas.com - 29/09/2019, 21:42 WIB
Ilustrasi KOMPAS/JITETIlustrasi

ANCAMAN bangsa dan negara saat ini adalah ancaman narkoba, radikalisme, bencana alam dan gejala lunturnya nilai-nilai kecintaan kebangsaan dan patriotisme dalam beragam dimensi dikalangan generasi muda.

Dalam Orasi Ilmiahnya di Universitas Garut (25 September 2019), Ketua Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Heru Winarko menyatakan, "Upaya penanganan permasalahan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif saja, tapi juga harus lebih agresif lagi khususnya bagi generasi yang terlahir pada era milenium."

Membangun generasi milenial yang terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba, paparan radikalisasi dan memperkokoh nasionalisme adalah kerja besar kita semua yang memerlukan komitmen kuat semua pihak secara terstruktur, sistimatis, masif, dan terstandarisasi.

Survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2017 menunjukkan, 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika. Angka itu setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut.

Penggunaan narkoba di kalangan pelajar ini juga jadi persoalan di skala global. World Drugs Reports 2018 dari The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menemukan 5,6 persen penduduk dunia atau 275 juta orang dalam rentang usia 15 hingga 64 tahun pernah mengonsumsi narkoba minimal sekali.

Maka, kehadiran Relawan Tangguh yaitu insan bela negara yang memiliki keterpanggilan hati untuk menjadi bagian dari solusi bangsa dari unsur civitas akademika perguruan tinggi (dosen, mahasiswa dan alumni) adalah langkah bersama dan langkah strategis yang harus diwujudkan.

Asosisasi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena Jawa Barat) bekerja sama dengan BNNP Jabar dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Jawa Barat dan komponen strategis bangsa lainnya berkomiten melahirkan Relawan Tangguh yang diharapkan berperan sebagai influencer bela negara yang mampu menangkal pencegahan, penyebaran, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Di era global, manusia sesungguhnya tidak bisa lagi bersikap dan bertindak egosentris. Kebersamaan membangun solusi bangsa dalam menghadapi segenap ancaman yang multidimensi harus dihadapi dengan membangun gerakan kolaborasi bersama dengan merujuk kearifan lokal Sunda, "silih asih, silih asah, dan silih asuh", dalam menyelesaikan masalah bangsa.

Sinergi pentahelix

Secara ideal, semestinya segenap komponen strategis bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Aksi Nasional Bela Negara mendorong penggunaan model pentahelix yang melibatkan elemen academics, government, business, community, and media (AGBCM) yang diterjemahkan sebagai pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, komponen masyarakat, dan media.

Penggunaan model pentahelix ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan segenap bangsa dan warga negara melalui Aksi Nasional Bela Negara.

Dalam praktiknya, hal ini merupakan smart power sebagai perwujudan aksi bela negara yang berbasis budaya dan kearifan lokal melalui penerapan skill, strategi, sistem, dan struktur dalam mencapai target yaitu kesejahteraan rakyat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X