Kompas.com - 28/09/2019, 16:07 WIB
Seekor orangutan (Pongo pygmaeus) berada di lokasi pra-pelepasliaran di Pulau Kaja, Sei Gohong, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (19/9/2019). Sebanyak 37 orangutan yang dirawat di pusat rehabilitasi Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) di Nyaru Menteng, Palangkaraya, terjangkit infeksi saluran pernapasan akibat menghirup kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK ASeekor orangutan (Pongo pygmaeus) berada di lokasi pra-pelepasliaran di Pulau Kaja, Sei Gohong, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (19/9/2019). Sebanyak 37 orangutan yang dirawat di pusat rehabilitasi Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) di Nyaru Menteng, Palangkaraya, terjangkit infeksi saluran pernapasan akibat menghirup kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.

KOMPAS.com - Pembalakan liar terjadi di lahan rehabilitasi orangutan Samboja Lestari yang dikelola Yayasan BOS di Kalimantan Timur.

Kasus ini pertama kali diketahui saat tim patroli Samboja Lestari menemukan sebidang lahan yang telah dibuka.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/9/2019), CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite, saat itu, terdapat sejumlah batang kayu yang siap diangkut di lahan yang telah dibuka.

Menurut perkiraan, lahan yang telah terbuka seluas setengah hektar atau sekitar 5.000 meter persegi.

Setelah menyadari hal ini, tim patrolii Samboja Lestari segera menghubungi pihak kepolisian untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap Dalang Pembalakan Liar di Jambi dan Sumsel

Namun sehari setelahnya, api melanda sebagian kecil lahan di Samboja Lestari. Adapun lokasi kebakaran berada 2 kilometer dari tempat pembalakan liar sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Api teridentifikasi menjelang tengah hari. Setelah melakukan pemadaman selama empat jam, api sudah dipadamkan sepenuhnya.

Akibat kejadian ini, lahan seluas 0,59 hektar beserta 210 batang pohon yang telah ditanam sejak awal tahun 2000-an habis terbakar.

"Musim kering tahun ini cukup panjang dan membawa sejumah risiko terhadap upaya rehabilitasi orangutan untuk bisa dilepasliarkan," ucap Jamartin.

Dia melanjutkan, selama beberapa tahun terakhir, pihaknya kewalahan menghadapi kasus pembukaan lahan tanpa izin oleh oknum yang mengaku masyarakat setempat.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.