Mengenang Tragedi Lampung, 2 Mahasiswa Meninggal akibat Protes RUU PKB

Kompas.com - 28/09/2019, 15:42 WIB
Kelompok mahasiswa dari Forum Kota atau Forum Komunitas Mahasiswa Se-Jabodetabek bersama KAMMI menggelar demo menentang peresmian RUU PKB (Penanggulangan Keadaan Bahaya) di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu (01/10/2000). ALIF ICHWAN/KOMPASKelompok mahasiswa dari Forum Kota atau Forum Komunitas Mahasiswa Se-Jabodetabek bersama KAMMI menggelar demo menentang peresmian RUU PKB (Penanggulangan Keadaan Bahaya) di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu (01/10/2000).


KOMPAS.com - Hari ini 20 tahun lalu, atau tepatnya pada 28 September 1999, 2 mahasiswa menjadi korban pada aksi unjuk rasa menentang RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU-PKB) di Lampung.

Kejadian tersebut tak lama setelah Tragedi Semanggi II yang menyebabkan gugurnya Yap Yun Hap, mahasiswa Universitas Indonesia (UI).

Dikutip dari Harian Kompas, 29 September 1999, dua mahasiswa yang menjadi korban adalah M Yusuf Rizal (23), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lampung (UBL) dan Saidatul Fitria (21), mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (Unila).

Yusuf Rizal ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tersungkur di halaman kampus UBL setelah sebutir peluru menembus lehernya.

Sementara itu, Saida meninggal setelah sempat mendapat perawatan karena luka tembak di keningnya.

Peristiwa tragis itu terjadi setelah aparat keamanan mengejar dan menembaki mahasiswa.

Hal itu disebabkan oleh kerusuhan dan bentrokan yang terjadi di halaman Markas Komando Rayon Militer (Koramil) Kedaton yang terletak persis di depan kampus UBL.

Selain Rizal dan Saida, puluhan mahasiswa juga tersungkur di halaman kampus.

Setidaknya 31 mahasiswa menjadi korban, 11 di antaranya mengalami luka serius karena pendarahan di kepala, tangan dan perut.

"Saya tidak rela anak saya jadi korban sia-sia. Ia bukan kriminal. Mahasiswa turun ke jalan karena menyuarakan aspirasi masyarakat dan sebagai wujud solidaritas atas tewasnya teman mereka di Jakarta," kata Mahmud (60), orang tua Rizal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X