Sepak Terjang Ananda Badudu, dari Galang Dana Aksi Mahasiswa hingga Dicokok Saat Tidur

Kompas.com - 27/09/2019, 09:28 WIB
Musisi Ananda Badudu. Bidik layar Instagram Banda NeiraMusisi Ananda Badudu.

KOMPAS.com - Mantan vokalis Banda Neira sekaligus mantan wartawan Tempo, Ananda Badudu ditangkap Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019) pagi.

Diberitakan Kompas.com, Jumat (27/9/2019), Ananda Badudu dicokok polisi sekitar pukul 04.00 WIB ketika sedang tertidur di kediamannya yang berlokasi di Gedung Sarana Jaya, Jalan Tebet Barat IV Raya, Jakarta selatan.

Ananda Badudu sempat mengunggah momen penangkapan dirinya di fitur Instagram story miliknya. Ia juga mengabarkan penyebab dirinya ditangkap Polda lewat akun Twitter miliknya.

Dalam unggahan tersebut, Ananda mengatakan penangkapan terjadi karena ia mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa yang berdemonstrasi di depan gedung DPR untuk menolak sejumlah rancangan undang-undang.

Campaign yang diprakarsai oleh Ananda BaduduTangkapan layar kitabisa.com Campaign yang diprakarsai oleh Ananda Badudu
Lalu, bagaimana perjalanan Ananda Badudu hingga berakhir dalam penangkapan Polda?

Memantau laman Kitabisa.com, pria bernama lengkap Ananda Wardhana Badudu itu memang menggalang campaign untuk mendukung aksi mahasiswa di gedung DPR.

Donasi yang terkumpul dari campaign yang diprakarsainya itu mencapai Rp 175,6 juta, atau tiga kali lipat lebih besar dari jumlah dana yang ditargetkan.

Pengumpulan donasi tersebut ia lakukan untuk menyuplai logistik, ambulans, alat kesehatan dan sound system mobile.

Dana yang tersisa dari donasi tersebut rencananya digunakan untuk para korban yang kini dirawat di rumah sakit.

"Sekali lagi, terima kasih atas dukungan anda. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa dukungan itu menyelamatkan banyak sekali peserta aksi dari kelaparan, pedihnya mata terkena gas air mata, bahkan mara bahaya yang mengancam nyawa," tulisnya, mengutip akun Kitabisa.com.

Baca juga: Ananda Badudu, Eks Vokalis Banda Neira yang Ditangkap Polisi

Kronologi penangkapan

Mengutip laporan Kompas.com, Jumat (27/9/2019), Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia Puri Kencana yang mengetahui peristiwa tersebut mengatakan, Ananda dijemput polisi dari tempat tinggalnya di Gedung Sarana Jaya, Jalan Tebet Barat IV Raya, Jakarta Selatan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X