Demo Terus Belanjut, Pengamat Sebut Jokowi Sebenarnya Sudah Tak Peduli

Kompas.com - 24/09/2019, 15:46 WIB
Presiden Joko Widodo melayat ke rumah duka almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaPresiden Joko Widodo melayat ke rumah duka almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).


KOMPAS.com – Pengamat Politik sekaligus Kepala Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai Presiden Joko Widodo sudah tidak terlalu memusingkan aksi demonstrasi yang terjadi saat ini.

Menurutnya, saat ini Jokowi sudah ada di posisi aman, karena secara sah sudah terpilih menjadi Presiden untuk kedua kalinya dan tinggal menunggu waktu pelantikan, 20 Oktober nanti.

Artinya, apapun yang akan terjadi nanti tidak akan banyak berpengaruh terhadap elektabilitasnya sebagai seorang politisi yang tidak mungkin lagi mencalonkan diri dalam Pilpres 2024.

“Tapi menurut saya dalam konteks itu sebenarnya Pak Jokowi sudah tidak peduli juga, karena dia sudah di tahap (periode) yang kedua jadi tidak terlalu memperhatikan soal itu,” kata Adit kepada Kompas.com saat dihubungi Selasa (24/9/2019) melalui telepon.

Ia bisa saja melanjutkan keputusan politiknya terkait banyak upaya revisi beberapa undang-undang strategis meski mendapat banyak tentangan dari publik.

Baca juga: Muncul #GejayanBergerak, Pengamat Sebut Aksi Belum Berakhir

Namun, Adit berpendapat sebagai seorang pemimpin negara, ada baiknya Jokowi memberi perhatian khusus sebagai bentuk respons terhadap tuntutan para demonstran yang disuarakan beberapa hari terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Menurut saya Pak Jokowi harus merespon tuntutan mahasiswa itu. Minimal, paling tidak, dalam pandangan saya adalah menerima atau mendengarkan aspirasi dari mahasiswa,” ujarnya.

Respons semacam itu tentu akan menjadi kepuasan tersendiri bagi massa yang berteriak menyuarakan aspirasinya, terutama yang berkumpul di sekitar Gedung Parlemen, Senayan.

Memberi tanggapan atau tidak, tentunya Pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal tentang konsekuensi yang mungkin timbul.

Mengapa, karena dari tanggapan yang diberikan itu secara tidak langsung akan merembet pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan kabinetnya 5 tahun mendatang.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X