Di Balik Impor Sampah Plastik Berkedok Bahan Baku Industri

Kompas.com - 20/09/2019, 12:50 WIB
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di depan kontainer berisi sampah plastik, Jakarta, Rabu (18/9/2019) KOMPAS.COM/Yoga SukmanaDirjen Bea Cukai Heru Pambudi di depan kontainer berisi sampah plastik, Jakarta, Rabu (18/9/2019)

Baca juga: Indonesia Jadi Tujuan Ekspor Sampah Plastik Negara Maju? Ini Bahayanya

Berdasarkan laporan Kompas.com, Rabu (18/9/2019), Sepanjang 2019 Bea Cukai sudah memulangkan kembali (reekspor) sebanyak 331 kontainer sampah plastik ke negara asalnya.

Namun, Dwi berpendapat langkah tersebut hanya efektif untuk jangka pendek. Bagi Dwi, satu-satunya cara untuk mengatasi masalah impor sampah plastik dalam jangka panjang adalah dengan membenahi pengelolaan sampah di Indonesia.

"Langkah terbaik, yakni membenahi pengelolaan sampah di Indonesia sehingga sumber bahan baku yang ada di indonesia bisa masuk dalam industri. Jadi, enggak perlu lagi impor," ujar dia.

Meski sudah ada undang-udang yang mengatur pelarangan impor sampah, Dwi menuturkan para pelaku industri seringkali berkilah. Mereka berdalih bahwa barang yang mereka impor tersebut adalah bahan baku.

"Di dalam undang-undang itu sudah jelas dilarang impor sampah. Tapi, pelaku industri berkilah bahwa itu bahan baku. Kalau bahan baku harusnya tidak dalam bentuk sampah seperti itu," ucapnya.

Baca juga: Indonesia Pulangkan Sampah Plastik Australia yang Terkontaminasi B3

Profesi Baru

Sementara itu, melansir pemberitaan VOA Indonesia (29/1/2019), beberapa masyarakat Indonesia justru menjadi lahan pendapatan bagi mereka.

Tak sedikit warga yang menggantungkan hidup sebagai pemilah sampah plastik impor, seperti kasus yang terjadi pada pasangan suami istri asal Mojokerto, Saji dan Supiati.

Supiati dan Saji telah menjalani profesi sebagai penyortir sampah plastik impor sejak 2008.

Hasil sortir yang dijualnya bisa mencapai Rp 1,6 juta, tergantung kemampuannya memilah sampah plastik impor itu.

Dari pekerjaannya selama ini, mereka berhasil menyekolahkan anak-anaknya, bahkan membangun rumah sendiri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X