Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Mantan Kapten Timnas: Sangat Disayangkan

Kompas.com - 19/09/2019, 15:20 WIB
Menpora Imam Nahrawi (kanan) meninggalkan ruangan untuk menunggu giliran bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019). Ending Fuad Hamidy didakwa menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANMenpora Imam Nahrawi (kanan) meninggalkan ruangan untuk menunggu giliran bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019). Ending Fuad Hamidy didakwa menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto.


KOMPAS.com - Mantan kapten sekaligus pemain sepakbola Tim Nasional Indonesia era 2004 Agung Setyabudi mengaku menyayangkan Imam Nahrawi yang dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dana hibah di Kemenpora tahun anggaran 2008.

"Sangat disayangkan, ya mas," kata Agung saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/9/2019) siang.

Walaupun begitu, ia menyatakan korupsi yang dilakukan adalah perbuatan pribadi.

"Tapi, menurut saya korupsi yang menjerat Pak Imam itu masalah pribadinya sendiri," katanya.

Selain itu, Agung juga mengungkapkan, walaupun Imam Nahrawi, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) itu telah dijadikan tersangka, apresiasi dari pemerintah kepada atlet yang berprestasi tidak akan berhenti.

"Saya kira kalau masalah pembinaan dan uang pembinaan (apresiasi) akan terus berjalan," kata mantan pemain Persebaya itu.

Agung mengatakan, pemberian apresiasi tersebut adalah sebagai balas jasa dari pemerintah kepada atlet.

"Uang pembinaan itu kan sebagai balas jasa dari pemerintah atas kerja keras dari para atlet yang sudah berjuang mengharumkan nama bangsa," ungkapnya.

Baca juga: Apa Itu Dana Hibah yang Menyeret Imam Nahrawi Jadi Tersangka?

Prestasi Atlet

Agung juga berpesan kepada Menpora selanjutnya yang akan menggantikan Imam Nahrawi.

Menurutnya, Menpora yang baru harus lebih memperhatikan prestasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X