Kebakaran Hutan, Tim Medis Disiagakan di Pusat Rehabilitasi Orangutan

Kompas.com - 17/09/2019, 21:00 WIB
Kondisi orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
Dok. Yayasan BOS/Andri KorneliusKondisi orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kalimantan juga berdampak pada orangutan di tempat rehabilitasi.

CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite mengatakan, kebakaran hutan mengancam wilayah area konservasi gambut dan pusat rehabilitasi orangutan.

Di Program Konservasi Mawas, Kalimantan Tengah. Area konservasi gambut seluas 309.000 hektar itu memiliki potensi kebakaran hutan yang besar.

Selain Program Konservasi Mawas, area kerja lain yang terdampak karhutla adalah Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Kalimantan Timur dan Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

Baca juga: Api Kebakaran Hutan Ditemukan di Wilayah Konservasi Orangutan

“Tim-tim kami di Program Konservasi Mawas, Pusat Rehabilitasi Orangutan di Nyaru Menteng dan di Samboja Lestari kini melakukan patroli dan pengawasan ketat terhadap kemungkinan munculnya titik api di seluruh wilayah kerja kami sekaligus mencegah risiko kebakaran,” ucap Jamartin melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Kondisi terkini orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
Dok. Yayasan BOS/Andri Kornelius Kondisi terkini orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
Di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, asap yang diduga hasil kebakaran hutan menyambangi tempat tersebut. Untuk menanggulangi dampak akibat paparan asap, tim medis di Samboja Lestari memberikan susu dan multivitamin bagi seluruh orangutan.

Saat ini, jumlah orangutan yang berada di pusat rehabilitasi tersebut sebanyak 130 individu. Selain itu, aktivitas orangutan di luar ruangan juga dibatasi hanya beberapa jam saja.

"Bagi orangutan dewasa yang berada di dalam kompleks kandang, tim teknisi Samboja Lestari secara teratur melakukan penyemprotan untuk menjaga suhu kandang tetap sejuk," ucap Jamartin.

Sementara di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, asap karhutla mengancam kondisi 355 orangutan yang dirawat di tempat tersebut. Dia melanjutkan, sebanyak 37 orangutan muda ditengarai terjangkit infeksi saluran pernafasan ringan.

"Tim medis kami di Nyaru Menteng dengan sigap memberikan pengobatan menggunakan nebulizer, multivitamin, dan antibiotik, terutama bagi orangutan yang dianggap mengidap infeksi parah," kata Jamartin.

Baca juga: Kebakaran Hutan Terjadi di 4 Kecamatan di Maluku Tengah

Kondisi terkini orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
Dok. Yayasan BOS/Andri Kornelius Kondisi terkini orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Bahkan pada Bulan Agustus lalu, api mendekat hingga jarak 300 meter dari batas Nyaru Menteng.

Jamartin melanjutkan, untuk mencegah dan mengantisipasi datangnya api, tim di ketiga wilayah konservasi beserta unsur pemerintahan setempat melakukan patroli dan pemadaman api di beberapa titik.

“Sampai saat ini kami belum melakukan penyelamatan atau evakuasi orangutan yang terancam kebakaran hutan dan lahan,” ucap Jamartin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X