Betulkah Reinkarnasi Tidak Ada? (4): Hipnosis dan Misteri Alam Bawah Sadar Manusia

Kompas.com - 14/09/2019, 19:32 WIB
Ilustrasi: Seorang pria sedang dihipnosis oleh terapis Ilustrasi: Seorang pria sedang dihipnosis oleh terapis

 

"Satu mengacu ke pantai timur AS, satu lagi ke pantai barat. Kalau pantai timur diadopsi di banyak negara termasuk Indonesia. Lebih dari 95 persen," kata Adi.

Di metode pantai timur, klien akan masuk dalam hipnosis atau alam bawah sadarnya. Kemudian terapis akan memberikan sugesti untuk menyelesaikan masalah kliennya. Hipnoterapi ini yang diajarkan kepada para psikiater.

Metode ini berbeda dengan mahzab pantai barat yang menggali trauma atau kenangan buruk yang menyebabkan masalah. Terapis akan bertanya kejadian apa di masa lalu yang membuat klien punya masalah saat ini.

Adi adalah penganut mahzab pantai timur. Menurut dia, sudah ada lebih dari 30.000 praktisi hipnoterapis di luar dunia medis dengan lisensi yang dibuat sendiri. Ia sendiri membuka pelatihan bagi yang ingin mempelajari hipnosis.

"Minimal 100 jam, itu setara dengan 10 hari lah," kata Adi.

Adi mengakui pengobatan yang dijalaninya disangsikan dunia medis dan pengetahuan. Ia menyalahkan praktik hipnosis di televisi yang dilakukan untuk hiburan oleh figur-figur yang tak kompeten.

"Di TV, radio, kan banyak yang muncul seolah-olah magic, pakai pakaian hitam-hitam seolah-olah bisa menguasai pikiran," ujar Adi.

Skeptisisme dari masyarakat dan dunia ilmu pengetahuan tak menyurutkan usahaya. Ia mengajar hipnoterapi di program magister psikologi di Universitas Gunadarma.

Saat ini, ia tengah mengambil doktoral keduanya di Universitas Gajah Mada dengan disertasi mengenai praktik hipnoterapi di lima kota besar di Indonesia.

Bersambung....

Nantikan artikel berikutnya: Betulkah Reinkarnasi Tidak Ada? (5):  Mereka yang Berdamai dengan Masa Lalu dan Kehidupan Sebelumnya

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X