Lebih dari 5.000 Titik Api Masih Terdeteksi di Sumatera dan Kalimantan

Kompas.com - 11/09/2019, 15:55 WIB
Seorang bocah berusaha memadamkan kebakaran lahan dengan alat seadanya di Desa Kayu Arehh, Kertapati Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, (18/8/2019). Sebanyak enam helikopter  water boombing dan 1.512 orang personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan Sat Pol PP dikerahkan untung melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan. ANTARA FOTO / Mushaful Imam/Lmo/hp. Mushaful ImamSeorang bocah berusaha memadamkan kebakaran lahan dengan alat seadanya di Desa Kayu Arehh, Kertapati Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, (18/8/2019). Sebanyak enam helikopter water boombing dan 1.512 orang personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan Sat Pol PP dikerahkan untung melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan. ANTARA FOTO / Mushaful Imam/Lmo/hp.

KOMPAS.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat masih adanya 5.062 titik api yang tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan hingga Rabu (11/9/2019).

Perincian ribuan titik api tersebut tersebar di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Stasusnya saat ini Siaga Darurat.

Data itu sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

Dari semua provinsi yang masih mengalami karhutla itu, Kalimantan Tengah menjadi yang terparah dengan 1.220 titik panas. Disusul oleh Kalimantan Barat dengan 923 titik panas.

Adapun kebakaran yang terjadi di wilayah Jawa, semua sudah berhasil dipadamkan, antara lain kebakaran yang terjadi di Kawasan Gunung Ciremai, Kacapi, Merapi, Sumbing, dan Gunung Arjuno.

Upaya pemadaman api dan titik panas yang dilakukan oleh BNPB adalah dengan membuat bom air (water bombing) yang dilakukan dari ketinggian menggunakan helikopter.

Setidaknya, saat ini terdapat 37 kendaraan heli yang dioperasikan di seluruh Kawasan terbakar untuk membuat bom air (29 unit) dan melakukan patrol (8 unit).

Baca juga: Terpapar Kabut Asap Karhutla, Jam Belajar SMA di Sumsel Dimundurkan

Upaya pemadaman titik api dengan hujan buatan dan bom air terus dilanjutkan di wilayah Riau.KOMPAS/ SAHNAN RANGKUTI Upaya pemadaman titik api dengan hujan buatan dan bom air terus dilanjutkan di wilayah Riau.

Selain itu, BNPB juga menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menciptakan hujan buatan dengan menabur sejumlah garam untuk menyemai awan hingga tercipta hujan.

TMC ini dilakukan untuk membantu proses pemadaman titik panas di provinsi Riau dan Sumatera Selatan dengan sedikitnya menggunakan 160.816 kilogram garam.

Ribuan personel gabungan juga disebar untuk menangani masalah yang hampir selalu terjadi di Indonesia saat memasuki puncak musim kemarau ini.

Jika melihat prakiraan cuaca, diperkirakan musim penghujan baru akan terjadi pada bulan-bulan Oktober atau November.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X