Mobil Esemka, Presiden Jokowi, dan Tuan Mahathir

Kompas.com - 10/09/2019, 07:05 WIB
Presiden Jokowi bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal mobil pickup Esemka Bima di pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPresiden Jokowi bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal mobil pickup Esemka Bima di pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

NYINYIR itu memang sedap. Tanpa kenyinyiran, ibarat makanan akan terasa kekurangan garam.

Di era terbuka ini, nyinyir menjadi salah satu menu oposisi dalam menyikapi kebijakan pemerintah yang berkuasa.

Gagasan mobil Esemka tergolong isu yang seru untuk ‘dinyinyirin’, apalagi saat Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Sasaran tembaknya jelas: Jokowi gagal mewujudkan campaign-nya sebagai orang yang mengorbitkan mobil Esemka. Sah saja bila kenyinyiran oposisi terasa getir, sampai kini.

Terkait mobil Esemka, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewujudkan gagasannya. Jumat (6/9/2019) kemarin, pabrik mobil Esemka diresmikan Jokowi.

Baca juga: Sekali Lagi, Esemka Bukan Mobil Nasional!

Kini, salah satu sumber kenyinyiran dari politisi dan netizen, beralih ke disain mobil Esemka Bima yang dituding sangat mirip mobil buatan China. Bahkan berembus lebih tajam, mobil Esemka hanya mobil buatan China yang ditempel merk Esemka.

Sebenarnya, masalah keraguan publik telah dibantah oleh Presdir PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Eddy Wirajaya.

Terlepas dari semua pro dan kontra, memang banyak masalah yang harus dikritisi terkait mobil Esemka ini. Bukan hanya soal Esemka, sebenarnya. Tapi juga dalam soal komunikasi politik Jokowi terkait mobil Esemka.

Baca juga: Tes Langsung, Mengendarai Esemka Bima 1.3

Soal komunikasi politik ini, kita perhatikan lebih dekat. Tergambar, perbedaaan menyolok seorang sepuh seperti Mahathir Mohamad dengan performances Presiden Jokowi di depan publik.

Lantas, apa pula yang membedakan tim campaign canggih memanfaatkan momen, dibanding tim yang hanya bertumpu pada pengalaman standar saat membangun komunikasi politiknya?

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X