4 Hal yang Harus Dilakukan Guna Mendeteksi Kanker sejak Dini

Kompas.com - 07/09/2019, 14:24 WIB
Ria Irawan berpose di sela latihan pertunjukkan musikal bertajuk 77 Years of Love and Dedication untuk merayakan tahun baru Imlek 2018 di Frequent Fit, Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2018). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanRia Irawan berpose di sela latihan pertunjukkan musikal bertajuk 77 Years of Love and Dedication untuk merayakan tahun baru Imlek 2018 di Frequent Fit, Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2018).

KOMPAS.com - Setelah sempat dinyatakan sembuh, artis Ria Irawan kembali menjalani perawatan di rumah sakit karena kanker yang dideritanya.

Pemilik nama asli Chandra Ariati itu didiagnosis menderita kanker dinding rahim pada tahun 2009.

Setelah dokter melakukan biopsi di tahun 2014, diketahui kanker di tubuh Ria sudah menyebar ke kelenjar getah bening di pelvis (tulang panggul) kanan.

Laporan yang dirilis oleh International Agency for Research on Cancer untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan satu dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia bakal mengalami kanker.

Sampai saat ini kanker masih menjadi penyakit paling mematikan dan membahayakan. Meski demikian, penderita kanker masih memiliki harapan untuk sempuh dan lepas dari jeratan penyakit berbahaya ini.

Salah satu kunci kesuksesan pengobatan kanker adalah melakukan deteksi sejak dini. Mendeteksi kanker sejak dini sudah terbukti meningkatkan angka keberhasilan pasien yang sembuh.

Tak hanya membuat pengobatan kanker lebih mudah dan efektif saja, deteksi dini juga dapat mencegah sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain.

Untuk mendeteksi kanker sejak dini, berikut hal-hal yang harus kita lakukan:

1. Melakukan pemeriksaan

Pemeriksaan medis seperti mamografi untuk payudara, pap smear untuk kanker servik dan kolonoskopi untuk kanker usus, sebenarnya harus kita lakukan secara berkala.

Setidaknya, pemeriksaan tersebut harus kita lakukan sekali dalam setahun.

Baca juga: Mengenal Tumor dan Kanker, Beda atau Sama?

2. Memeriksa riwayat kesehatan keluarga

Mengetahui riwayat kesehatan keluarga penting untuk kita lakukan demi meningkatkan kewaspadaan.

Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko dari semua jenis kanker.
Beberapa kanker, seperti kanker payudara, telah terbukti bahwa kanker ini dapat diturunkan ke generasi sebelumnya.

Jadi, mengetahui riwayat kesehatan kelaurga bisa menjadi semacam "peringatan dini" untuk kita.

3. Lakukan pemeriksaan sendiri

Kita harus mengetahui perbedaan dan perubahan apa saja yang terjadi di tubuh kita.

Bila menemukan ada bagian tubuh yang membengkak tiba-tiba, jangan remehkan hal tersebut. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Dengan mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh, kita bisa dnegan mudah mendeteksi adanya kanker sebelum terlambat.

4. Mengendalikan faktor risiko lainnya

Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengendalikan faktor risiko yang membuat kita rentan terkena penyakit kanker.

Kita hanya perlu mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti:

  • Berhenti merokok.
  • Mencegah kanker kulit dengan cara menggunakan tabir surya.
  • Menghindari minuman beralkohol.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat serta melakukan olahraga dengan rutin.

Baca juga: Ini yang Perlu Anda Tahu Saat Mendampingi Mereka yang Berjuang Lawan Kanker...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber kompas.com,
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X