Sejarah dan Hal yang Membuat Kain Flanel Disukai Banyak Orang

Kompas.com - 06/09/2019, 05:45 WIB
Ilustrasi baju flanel RamonespeltIlustrasi baju flanel

KOMPAS.com - Media sosial sedang dihebohkan dengan video berisi sekumpulang orang di pusat perbelanjaan yang beramai-ramai memakai kemeja flanel, Kamis (5/9/2019).

Mereka terlihat bergaya kasual dan stylish dengan padu padan kemeja flanel yang trendi. Di hari yang sama, Uniqlo Indonesia juga merilis koleksi kemeja flanel.

Hal ini pun sontak menjadi perbincangan netizen Indonesia di Twitter. Warganet menganggap kerumunan orang-orang memakai flanel itu pun bagian dari promosi yang dilakukan oleh Uniqlo Indonesia.

Topik mengenai kemeja flanel Uniqlo pun sempat menjadi trending topic di kalangan netizen Indonesia. Hingga Kamis (5/9/2019) pukul 19.15 WIB, lebih dari 5.000 netizen menuliskan unggahan tentang kemeja flanel.

Menilik dari sejarah, kemeja flanel sebenarnya telah ada sejak abad ke-17 dan dibuat oleh orang-orang Wales sebagai pengganti pakaian wol yang melindungi mereka dari musim dingin.

Karena awet, mudah terjangkau dan hangat, flanel pun menjadi populer dan disukai banyak orang di seluruh perbatasan Eropa.

Kemudian, pada tahun 1889 pengusaha Amerika, Hamilton Carhartt melihat perlunya meningkatkan seragam pekerja di Amerika Serikat.

Ia lalu membuka pabrik di Detroit, Michigan dan mulai memproduksi pakaian flanel. Di abad 20, flanel menjadi simbol bagi para bad boy.

Tidak hanya digunakan untuk para pekerja, selama Perang Dunia I kain flanel juga dipakai oleh tentara. Waktu itu flanel dipergunakan untuk membuat kaus, sabuk atau menambal pakaian.

Ketika tentara Amerika dikirim untuk Perang Pasifik pada tahun 1942, mereka masih mengenakan kain flanel, termasuk untuk lapisan hangat jaket lapangan Parsons M1941 yang terkenal. Tahun 1950, popularitas kain flanel semakin mendunia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X