Alasan Dilarang Selfie di Dekat Perlintasan Kereta Api

Kompas.com - 02/09/2019, 18:45 WIB
Ilustrasi selfie, selfie di dekat rel kereta api ShutterstockIlustrasi selfie, selfie di dekat rel kereta api

KOMPAS.com– Sekitar pertengahan Agustus 2019, seorang remaja berusia 14 tahun bernama Petrik Finto tewas setelah tertabrak kereta api Gajayana 41c relasi Malang-Jakarta di Jembatan Griyan, Pajang, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/8/2019).

Petrik tewas karena luka parah yang dideritanya.

Sebelum peristiwa terjadi, Petrik bersama tiga temannya duduk-duduk di rel sebelah utara.

Keempat remaja ini kemudian berjalan ke arah barat untuk melakukan foto selfie dan membuat video bersama di atas lintasan kereta api.

Tak lama, melintas KA Gajayana dari arah timur (Stasiun Solo Balapan).

Ketiga temannya bisa menyelamatkan diri, tetapi tidak demikian halnya dengan Petrik.

Tindakan yang dilakukan Petrik dan teman-temannya kerap dilakukan mereka yang ingin berburu momen mengabadikan foto berlatar belakang kereta api yang melintas.

Tanpa disadari, tindakan ini membahayakan keselamatan dirinya sendiri.

PT Kereta Api Indonesia melarang dan mengimbau masyarakat untuk tak melakukan aktivitas di sekitar perlintasan kereta api.

Tak hanya membahayakan, tetapi juga melanggar hukum.

Mengapa dilarang?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X