Kompas.com - 27/08/2019, 06:30 WIB
Di sebuah harem di masa lalu, orang kasim atau orang yang dikebiri adalah pelayan yang dipercaya. SHUTTERSTOCKDi sebuah harem di masa lalu, orang kasim atau orang yang dikebiri adalah pelayan yang dipercaya.

"Timbre para anak-anak koor gereja jernih dan kencang. Mereka mampu menyanyi satu oktaf di atas suara natural perempuan. Mereka brilian, ringan, bercahaya, kencang, dengan range vokal yang luas," kata penulis Perancis Charles de Brosses seperti dikutip dari The Castrati in Opera (1974).

Tak ada yang menandingi suara penyanyi kasim. Mozart bahkan disebut menciptakan banyak musiknya khusus untuk suara khas para kasim.

Di abad ke-18, hampir 70 persen penyanti di opera adalah kasim. Farinelli, yang didapuk sebagai penyani opera terbaik sepanjang masa, termasuk salah satu penyanyi yang tak punya testis.

Farinelli pernah diminta menyanyi untuk Raja Spanyol Philip V. Sang raja saat itu menderita depresi melankolia yang membuatnya tak bisa memerintah, bahkan sekarat dan hampir mati.

Konon, setelah mendengar suara Farinelli, Philip V lupa akan segala kegundahannya. Hingga ajal menjemputnya sembilan tahun kemudian, suara Farinelli adalah satu-satunya obat yang manjur.

Hukum kebiri

Sepanjang peradaban manusia, kebiri kerap digunakan sebagai hukuman resmi. Di Amerika misalnya, pada tahun 1778, Presiden Ketiga Amerika Serikat Thomas Jefferson menjadikan kebiri sebagai hukuman bagi pemerkosa, pelaku poligami, dan sodomi.

Di Eropa, Denmark menjadi negara pertama yang punya hukum kebiri pada tahun 1929. Menyusul Swedia pada 1944, Finlandia pada 1870, dan Norwegia pada 1977.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara di Jerman dari tahun 1935 hingga 1945, Nazi menggunakan kebiri untuk menjaga kemurnian ras mereka dari Yahudi, Gypsy, homoseks, orang gila, dan kelompok lainnya yang dianggap menyimpang.

Baru pada tahun 1944, kebiri dilakukan dengan cara yang lebih manusiawi. Dalam jurnal berjudul Chemical Castration of Child Molesters-Right or Wrong?! (2017), kebiri kimiawi pertama dujicoba pada 1944. Saat itu, diethylstilbestrol digunakan untuk menurunkan hormon testosteron.

Selain itu, ada Medroxyprogesterone acetate (MPA) yang dijual dengan merk dagang Depo-Provera. Sejak 1958, Depo-Provera digunakan untuk menurunkan libido pria.

Pada tahun 1960-an, para ilmuwan di Jerman juga mengembangkan antiandrogen yang mampu menekan testosteron sebagai obat bagi penyimpangan seksual.

Penerapannya sebagai hukuman bagi pemerkosa baru dimulai menjelang abad 21. California menjadi negara bagian pertama yang menerapkannya bagi pemerkosa anak yang sudah lebih dari sekali melakukan aksinya.

Negara lain baru menerapkan kebiri kimiawi bagi pemerkosa setelah tahun 2000.

Selain Indonesia, ada Argentina, Australia, Estonia, Israel, Moldovia, New Zealand, Polandia, Rusia, Denmark, Jerman, Hongaria, dan Perancis. Ada juga Norwegia, Finlandia, Islandia, Lithuania, Inggris, Belgia, Swedia, Macedonia, dan Turki.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X