Awas, Polusi Udara seperti di Jakarta Bisa Sebabkan Penyakit Mata

Kompas.com - 23/08/2019, 19:20 WIB
Seorang petugas kepolisian berjaga di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSeorang petugas kepolisian berjaga di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.

KOMPAS.com – Kualitas udara di Jakarta belakangan dilaporkan memburuk. Berdasarkan laporan Kompas.com Minggu, (18/8/2019) kualitas udara Jakarta bahkan terburuk ketiga di dunia.

Laporan tersebut berdasarkan data AirVisual hingga pukul 07.34 WIB pada Minggu (18/8/2019). Saat itu tercatat kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat dengan Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sebesar 157 dengan konsentrasi parameter PM2.5 68 ug/m3.

Sementara itu, hari ini, Jumat (23/8/2019) sore Kompas.com memantau kualitas udara melalui situs Air Visual tercatat memiliki indeks AQI sebesar 122 dengan konsentrasi parameter PM2.5 44,1 ug/m3 yang berarti tidak sehat untuk orang-orang yang sensitiv.

Baca juga: 4 Fakta Sidang Gugatan Polusi Udara yang Lagi-lagi Tertunda

Melansir Kompas.com Rabu, (8/3/2019) Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak mengatakan, ada dua faktor penyumbang polusi udara di Jakarta.

Ia menyebut, pertama adalah kendaraan bermotor yang terus bertambah dan menyebabkan makin meningkatnya emisi kendaraan bermotor.

Faktor kedua adalah adanya pembangkit listrik tenaga uap batu bara dalam radius 100 meter di sekitar Jakarta.

Kualitas udara yang buruk ini bukan tanpa "harga". Masalah pencemaran udara bisa mempengaruhi kesehatan seseorang.

Sebuah penelitian terbaru bahkan melaporkan bahwa paparan polusi udara bisa mengganggu kesehatan mata.

Dilaporkan Time Kamis, (22/8/2019) Suh-Hang Hank Juo yang berasal dari pusat rabun jauh dan penyakit mata di China Medical University, Taiwan melakukan penelitian yang menunjukkan orang yang terpapar polutan udara umum yakni nitrogen dioksida (NO2) dan karbon monoksida (CO) beresiko tinggi mengalami degenerasi makula.

Degenari makula ini merupakan kondisi di mana sel-sel retina rusak yang menyebabkan penglihatan sentral buram dan dalam beberapa kasus akhirnya bisa berdampak pada kehilangan penglihatan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber Time
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X