Soal Video Duo Semangka yang Dianggap Meresahkan, Ini Tanggapan Psikolog

Kompas.com - 23/08/2019, 13:38 WIB
Duo Semangka menyambangi kantor KPAI di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanDuo Semangka menyambangi kantor KPAI di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

KOMPAS.com - Pedangdut Clara Gopa dan Variola May, atau yang lebih dikenal dengan Duo Semangka ramai diperbincangkan publik akhir-akhir ini. Sebab, video mereka di YouTube dinilai tidak patut dan melanggar asas kesusilaan.

Dalam video musik berjudul "Mantul-mantul", dua penyanyi ini berjoged sambil menggoyangkan payudaranya.

Hal inilah yang membuat keresahan bagi masyarakat, apabila konten tersebut ditonton oleh anak-anak yang notabene juga mengakses internet.

Menanggapi hal itu, Psikolog asal Solo, Hening Widyastuti menyampaikan bahwa kedua penyanyi ini sebetulnya tidak perlu jor-joran menonjolkan keseksiannya tanpa etika sopan santun yang berimbas pada pelanggaran norma sosial dan agama.

"Kalau (penyanyi) suaranya bagus, enggak perlu khawatir kok masyarakat juga cukup cerdas dan tahu mana grup penyanyi yang solid, tetap menjunjung norma dan kesantunan yang akan lebih mendapatkan penghargaan sesungguhnya," ujar Hening saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, Duo Semangka melakukan gesture erotis, karena mereka mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang dari banyaknya orang yang menonton video mereka.

Adapun tontonan berbasis pornografi ini juga berdampak pada rusaknya mental masyarakat, terutama anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Baca juga: Duo Semangka Minta Maaf Sudah Bikin Resah Orangtua

"Mereka sadar betul apa yang mereka lalukan, menggoyang-goyangkan bagian tertentu yang tidak pantas, akan tetapi di satu sisi mereka ingin jalan pintas untuk cepat terkenal dan mendapatkan uang, akhirnya mereka rela melakukan hal memalukan dan tidak etis sama sekali," ujar Hening.

"Pikirannya terpusat ke diri sendiri, tidak peduli dampak sekitarnya, yakni merusak moral dan masyarakat Indonesia," lanjut dia.

Memicu pelecehan dan perkosaan

Selain itu, Hening mengungkapkan, ketika video tidak senonoh itu diakses oleh orang yang tidak memiliki kesibukan/pekerjaan, maka bisa terpengaruh dan dikhawatirkan menimbulkan pelecehan dan perkosaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X