TelkomVision Bidik 17.000 Pelanggan IPTV

Kompas.com - 24/05/2011, 19:49 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Penetrasi TV berbayar yang relatif masih kecil membuat PT Indonusa Telemedia atau TelkomVision optimistis peluang untuk menggaet pelanggan masih sangat besar. Karena itu, manajemen TelkomVision mematok target 17.000 pelanggan untuk internet protocol television (IPTV) hingga akhir 2011 ini.

Aris Hartoni, Direktur Operasi TelkomVision, mengatakan, saat ini potensi pelanggan TV berbayar masih sangat besar. Soalnya, penetrasi bisnis TV berbayar di Indonesia baru sekitar 3 persen dari potensi pelanggan yang ada. Padahal dengan jumlah penduduk yang mencapai 245 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial.

Bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia yang penetrasi TV berbayarnya mencapai 30 persen. Bahkan di India sudah 80 persen. Karena itu, "Dibandingkan negara lain Indonesia masih kecil," ujar Aris. Makanya, "Kami targetkan (pelanggan) akan terus naik," imbuhnya, Jumat (20/5/2011) lalu.

Gaet konten lokal

Itulah sebabnya, menurut Direktur Utama TelkomVision Elvizar, TelkomVision akan melakukan grand launching IPTV TelkomVison Juni 2011.

Sejak Februari lalu, TelkomVision sudah melakukan ujicoba bersama 300 pelanggan Speedy dan komunitas beserta publik figur. TelkomVision menggandeng penyedia konten, di antaranya MovieStar, 13 Entertainment, Rapi Film, Indica Pictures, Kompas Gramedia Production, RPM, Trinity, Warner Music Indonesia, Musica Studio, dan StarVision untuk produk IPTV. "Kami bakal lengkapi dengan konten-konten lokal," kata Elvizar.

Keunggulan IPTV yang konon telah menyerap investasi hingga Rp 100 miliar tersebut adalah adanya aplikasi TV on demand (TVoD) dan video on demand (VoD). Melalui fitur ini penonton bisa berinteraksi dan mengatur jadwal sendiri program kapan dia akan menontonnya.

Aris mengatakan, sampai tahun 2015, TelkomVision optimis bisa meraih 1 juta pelanggan IPTV. Harapannya, setelah memperoleh 17.000 pelangggan tahun ini, jumlahpelanggan tersebut akan terus naik menjadi 200.000 tahun 2012, sebanyak 500.000 pelanggan di tahun 2013 hingga pada 2015 nanti menembus 1 juta pelanggan.

Toh pemain lain tidak takut. Direktur Komersial PT Karya Megah Adijaya (Aora TV) Guntur Siboro mengaku tidak terusik dengan dengan langkah pesaingnya tersebut. Selain karena pasar TV berbayar besar, masing-masing perusahaan punya target konsumen tersendiri. "Kami tidak takut karena target konsumen kami berbeda," ujarnya.(Kontan/Yudo Widiyanto)


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar